Surakarta – Mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pertandingan sepak bola persahabatan di Lapangan Sepak Bola Psikologi UMS, Surakarta, Minggu, 4 Oktober 2026. Laga yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut menjadi ruang perjumpaan untuk memperkuat persahabatan, solidaritas, sportivitas, dan interaksi lintas budaya.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS bersama pihak UMY. Peserta pertandingan berasal dari kalangan mahasiswa internasional kedua perguruan tinggi. Selain menjadi agenda olahraga, pertemuan tersebut juga memiliki makna sosial karena mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dalam suasana kebersamaan di lingkungan kampus.
Hasil imbang menjadi penutup pertandingan setelah Samuel Ortega ML, mahasiswa UMS asal Timor-Leste, mencetak gol melalui tendangan bebas pada akhir babak kedua. Gol tersebut membuat kedudukan menjadi 1-1 hingga laga berakhir. Skor akhir itu menggambarkan pertandingan yang berlangsung kompetitif sekaligus tetap berada dalam semangat persahabatan.
Laga olahraga sebagai ruang interaksi lintas budaya
Pertandingan mahasiswa internasional UMS dan UMY menunjukkan bahwa interaksi lintas budaya dapat dibangun melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan. Olahraga menyediakan ruang yang relatif terbuka bagi peserta untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan saling mengenal di luar kegiatan akademik.
Dalam pertandingan sepak bola, peserta berinteraksi melalui kerja tim, aturan permainan, dan sikap saling menghormati. Perbedaan negara asal, bahasa, serta latar belakang budaya dapat dipertemukan dalam aktivitas yang memiliki tujuan bersama. Karena itu, laga persahabatan tidak hanya dipahami sebagai kegiatan kompetitif, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman mahasiswa internasional selama menempuh pendidikan di Indonesia.
Kolaborasi antara UMS dan UMY turut memperluas ruang perjumpaan antarmahasiswa internasional. Kedua perguruan tinggi sama-sama menjadi tempat belajar bagi mahasiswa dari berbagai negara. Pertemuan dalam kegiatan olahraga memungkinkan hubungan tersebut berkembang melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui kegiatan perkuliahan atau agenda kelembagaan.
Momentum perpisahan bagi mahasiswa internasional
Selain pertandingan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari acara perpisahan bagi Mika, mahasiswa internasional UMS yang akan kembali ke negara asalnya. Kehadiran unsur perpisahan memberikan makna tambahan bagi agenda tersebut. Laga menjadi kesempatan bagi rekan-rekan mahasiswa dan pihak yang terlibat untuk membangun kenangan bersama sebelum Mika menyelesaikan masa kebersamaannya di UMS.
Bagi mahasiswa internasional, pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik. Hubungan pertemanan, komunitas, serta pengalaman mengikuti kegiatan bersama juga menjadi bagian dari kehidupan kampus. Agenda perpisahan yang dikemas bersamaan dengan pertandingan memperlihatkan bagaimana aktivitas mahasiswa dapat menjadi sarana untuk merawat hubungan, termasuk ketika seorang mahasiswa akan kembali ke negara asal.
Kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa relasi lintas negara dapat terus memiliki arti setelah agenda kampus selesai. Persahabatan yang terbentuk melalui pertemuan dan aktivitas bersama menjadi salah satu unsur penting dalam pengalaman internasionalisasi mahasiswa.
Kolaborasi kampus dalam mendukung internasionalisasi
Pelibatan Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS bersama pihak UMY memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menciptakan kegiatan yang mendukung interaksi mahasiswa internasional. Kolaborasi antarkampus memungkinkan mahasiswa memperoleh ruang untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang mempertemukan komunitas internasional dari institusi berbeda.
Internasionalisasi kampus tidak terbatas pada mobilitas mahasiswa, kegiatan akademik, atau kerja sama kelembagaan. Aspek sosial dan kehidupan komunitas juga menjadi bagian dari proses tersebut. Kegiatan seperti pertandingan persahabatan dapat mendukung terciptanya lingkungan kampus yang lebih terbuka terhadap keberagaman latar belakang mahasiswa.
Melalui kegiatan bersama, mahasiswa internasional dapat saling mengenal komunitas di perguruan tinggi lain. Interaksi tersebut berpotensi memperkuat rasa kebersamaan dan membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan sosial selama berada di Indonesia. Pada saat yang sama, perguruan tinggi dapat menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi mahasiswa internasional, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.
Sportivitas dan solidaritas menjadi pesan utama
Skor 1-1 menempatkan hasil pertandingan sebagai bagian dari pengalaman bersama, bukan semata-mata penentuan pemenang. Gol Samuel Ortega ML melalui tendangan bebas pada akhir babak kedua menjadi momen penting dalam jalannya laga, tetapi nilai kegiatan juga terletak pada proses pertemuan antara mahasiswa UMS dan UMY.
Semangat sportivitas terlihat dari tujuan awal kegiatan yang diarahkan untuk membangun persahabatan dan solidaritas. Pertandingan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berkompetisi secara sehat, menghargai lawan, dan menjaga hubungan baik antarkomunitas. Nilai-nilai tersebut relevan dengan kehidupan kampus yang melibatkan mahasiswa dari beragam negara dan latar budaya.
Melalui agenda semacam ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta kegiatan, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas internasional yang saling terhubung. Mereka dapat belajar memahami perbedaan, menumbuhkan kerja sama, dan membangun komunikasi melalui pengalaman yang sederhana tetapi bermakna.
Bagian dari pengalaman mahasiswa internasional
Laga persahabatan di Lapangan Sepak Bola Psikologi UMS menjadi salah satu contoh aktivitas yang menghubungkan olahraga, persahabatan, dan internasionalisasi mahasiswa. Pertandingan yang berlangsung pada 4 Oktober 2026 itu mempertemukan mahasiswa internasional UMS dan UMY dalam suasana kolaboratif.
Dengan hasil akhir 1-1, kegiatan tersebut meninggalkan pesan bahwa hubungan lintas budaya dapat diperkuat melalui perjumpaan yang inklusif. Kehadiran Mika yang akan kembali ke negara asalnya turut mengingatkan bahwa masa studi mahasiswa internasional memiliki rangkaian pengalaman sosial yang melengkapi proses akademik.
Bagi UMS dan UMY, kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi yang mendukung terciptanya jejaring antarmahasiswa internasional. Sementara bagi peserta, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk menjaga solidaritas, menjunjung sportivitas, dan memperluas persahabatan lintas negara melalui kegiatan kampus.
