UNAIR Siap Gelar KPPTI 2026, Bahas Transformasi Pendidikan Tinggi

Suasana kampus modern UNAIR di Surabaya yang dipersiapkan untuk konferensi pendidikan tinggi nasional

Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) ditetapkan sebagai tuan rumah Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Konferensi ini dijadwalkan berlangsung pada 11–13 November 2026 di Kampus MERR-C UNAIR, Surabaya.

KPPTI 2026 akan membahas arah transformasi pendidikan tinggi agar semakin memberikan dampak bagi masyarakat. Pembahasan tersebut diarahkan melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kearifan lokal yang inklusif serta humanis.

Sekitar 2.500 peserta diproyeksikan mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain perguruan tinggi, pemerintah, industri, komunitas, dan mitra lainnya. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa konferensi dirancang sebagai forum lintas sektor untuk membahas tantangan dan peluang pendidikan tinggi secara lebih luas.

UNAIR Menjadi Tuan Rumah KPPTI 2026

Penetapan UNAIR sebagai tuan rumah menempatkan kampus tersebut sebagai lokasi pertemuan nasional yang mempertemukan pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Selain menjadi ruang diskusi kebijakan, KPPTI 2026 akan menghadirkan rangkaian kegiatan yang memperlihatkan hasil riset, inovasi, kreativitas akademik, serta pengelolaan perguruan tinggi.

Persiapan final konferensi dibahas oleh UNAIR bersama Kemdiktisaintek pada 28 Oktober 2026. Pembahasan ini menjadi bagian dari pematangan penyelenggaraan sebelum rangkaian kegiatan berlangsung pada 11–13 November 2026. Informasi penyelenggara dan pengumuman resmi LLDIKTI menegaskan jadwal tersebut sebagai waktu pelaksanaan KPPTI 2026.

Tema Transformasi Pendidikan Tinggi yang Berdampak

KPPTI 2026 mengusung tema transformasi pendidikan tinggi menuju keberdampakan melalui elaborasi teknologi dan kearifan lokal yang inklusif serta humanis. Tema ini menempatkan perguruan tinggi tidak hanya sebagai institusi pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

Teknologi menjadi salah satu unsur penting dalam transformasi tersebut. Namun, pemanfaatannya ditempatkan bersama kearifan lokal agar pengembangan pendidikan tinggi tetap memperhatikan konteks sosial dan kebutuhan masyarakat. Pendekatan inklusif serta humanis juga menjadi bagian dari arah pembahasan, sehingga transformasi tidak semata-mata diukur dari kemajuan teknologi.

Melalui tema tersebut, konferensi diharapkan dapat mempertemukan gagasan dari perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan mitra lainnya. Pertukaran perspektif antarpemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat kerja sama dan mendorong hasil akademik agar dapat diterapkan secara lebih luas.

Rangkaian Agenda KPPTI 2026

Rangkaian KPPTI 2026 mencakup forum kebijakan dan sejumlah kegiatan yang menampilkan inovasi serta praktik perguruan tinggi. Agenda yang disiapkan meliputi:

  • Forum kebijakan untuk membahas arah dan penguatan pendidikan tinggi.
  • Pameran inovasi riset yang menampilkan hasil pengembangan dari lingkungan akademik.
  • Creative Academic Village sebagai ruang bagi kreativitas dan aktivitas akademik.
  • Demonstrasi karya seni sebagai bagian dari ekspresi dan kontribusi kebudayaan.
  • Pameran produk startup mahasiswa.
  • Klinik Tata Kelola Perguruan Tinggi dengan sejumlah fokus layanan dan pengelolaan institusi.

Keberadaan pameran riset, produk startup, dan karya seni membuat KPPTI 2026 tidak hanya berorientasi pada diskusi formal. Peserta juga dapat melihat bentuk konkret dari inovasi dan kreativitas yang berkembang di perguruan tinggi. Sementara itu, forum kebijakan menyediakan ruang untuk membicarakan kebutuhan strategis pendidikan tinggi dalam menghadapi perubahan yang berlangsung.

Klinik Tata Kelola Perguruan Tinggi

Salah satu agenda yang disiapkan adalah Klinik Tata Kelola Perguruan Tinggi. Klinik ini mencakup beberapa bidang yang berkaitan langsung dengan pengelolaan perguruan tinggi, yaitu kehumasan, sistem informasi data, karier dosen dan tenaga kependidikan, kelembagaan, serta akreditasi.

Topik-topik tersebut berhubungan dengan kebutuhan institusi dalam memperkuat tata kelola. Kehumasan berkaitan dengan penyampaian informasi dan komunikasi institusi, sedangkan sistem informasi data mendukung pengelolaan informasi perguruan tinggi. Pada sisi sumber daya manusia, pembahasan karier dosen dan tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas institusi.

Aspek kelembagaan dan akreditasi juga menjadi perhatian karena berhubungan dengan penguatan organisasi serta penjaminan mutu perguruan tinggi. Dengan cakupan tersebut, klinik diharapkan menjadi ruang pembahasan yang lebih praktis bagi peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Target Komitmen Bersama dan Policy Brief

Penyelenggara menargetkan KPPTI 2026 menghasilkan komitmen bersama dan policy brief. Dokumen dan kesepakatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi, mendorong hilirisasi riset, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Kolaborasi menjadi salah satu hasil yang diharapkan karena isu pendidikan tinggi melibatkan banyak pihak. Perguruan tinggi memiliki peran dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian, sementara pemerintah, industri, komunitas, dan mitra lainnya dapat mendukung penerapan serta perluasan manfaat berbagai inisiatif akademik.

Hilirisasi riset juga menjadi bagian dari target konferensi. Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat dikembangkan agar memiliki manfaat yang lebih nyata. Proses tersebut membutuhkan kerja sama, tata kelola, dukungan kebijakan, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Informasi Pelaksanaan KPPTI 2026 UNAIR

  • Nama kegiatan: Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026.
  • Penyelenggara: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
  • Tuan rumah: Universitas Airlangga.
  • Waktu: 11–13 November 2026.
  • Lokasi: Kampus MERR-C UNAIR, Surabaya.
  • Perkiraan peserta: sekitar 2.500 orang.
  • Fokus tema: transformasi pendidikan tinggi menuju keberdampakan melalui teknologi dan kearifan lokal yang inklusif serta humanis.

Dengan agenda yang memadukan forum kebijakan, pameran, kreativitas akademik, dan klinik tata kelola, KPPTI 2026 UNAIR akan menjadi salah satu forum nasional untuk membahas masa depan pendidikan tinggi Indonesia. Hasil konferensi diharapkan memperkuat kerja sama antarpemangku kepentingan serta mendorong perguruan tinggi agar semakin berkontribusi bagi masyarakat.

← Kembali ke Berita Kampus