Mahasiswi POLSUB Kembangkan Plester Hangat dari Daun Nanas

Mahasiswi POLSUB memperkenalkan prototipe plester hangat berbahan serat daun nanas dan ekstrak jahe

Lima mahasiswi Program Studi D3 Keperawatan, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Subang (POLSUB), mengembangkan MENSTRUA-PINE PATCH, plester hangat biodegradable untuk membantu meredakan nyeri menstruasi melalui pendekatan nonfarmakologis. Inovasi ini memadukan serat limbah daun nanas sebagai bahan dasar dengan ekstrak jahe sebagai bahan aktif penghasil sensasi hangat.

Produk tersebut diperkenalkan melalui bazar Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) di Kampus Cibogo POLSUB pada 17 Oktober 2026. Kegiatan itu berlangsung bersamaan dengan LOBB Kejurda FORBASI Jawa Barat. Kehadiran MENSTRUA-PINE PATCH dalam bazar menjadi bagian dari upaya mahasiswa menampilkan riset terapan yang menghubungkan isu kesehatan reproduksi, pemanfaatan limbah pertanian, dan peluang kewirausahaan.

Memanfaatkan limbah daun nanas dari wilayah Subang

MENSTRUA-PINE PATCH dirancang dengan memanfaatkan serat dari limbah daun nanas. Bahan ini dipilih karena mengandung selulosa, memiliki karakter ringan dan fleksibel, serta berpotensi terurai secara alami. Pemanfaatan tersebut membuka peluang penggunaan limbah pertanian lokal sebagai material alternatif untuk produk kesehatan berbasis bahan alam.

Dalam pengembangannya, serat daun nanas tidak hanya dipandang sebagai bahan yang tersedia di sekitar wilayah Subang. Material tersebut juga diarahkan untuk mendukung rancangan plester yang lebih ramah lingkungan setelah digunakan. Namun, sifat biodegradable pada bahan dasar tetap perlu dinilai lebih lanjut melalui pengujian yang sesuai agar kinerja dan keamanannya dapat dipastikan.

Pendekatan ini mencerminkan karakter riset terapan mahasiswa. Persoalan limbah pertanian dihubungkan dengan kebutuhan akan produk pendukung kesehatan yang praktis, sementara proses pengembangan dilakukan dengan mempertimbangkan karakter fisik material serta potensi pemanfaatannya dalam kegiatan kewirausahaan.

Ekstrak jahe menghadirkan sensasi hangat

Selain serat daun nanas, MENSTRUA-PINE PATCH menggunakan ekstrak jahe. Bahan tersebut dipilih untuk menghadirkan sensasi hangat ketika plester digunakan. Sensasi hangat menjadi bagian dari pendekatan nonfarmakologis yang ditawarkan produk untuk membantu memberikan kenyamanan pada area tubuh yang mengalami nyeri menstruasi.

Tim juga mengaitkan penggunaan jahe dengan kandungan 8-shogaol yang memiliki aktivitas analgesik dan anti-inflamasi. Meski demikian, informasi tersebut belum dapat dipahami sebagai bukti bahwa produk telah terbukti secara klinis mengatasi nyeri haid pada manusia. Potensi bahan aktif dan manfaat suatu formulasi perlu dibedakan dari hasil uji efektivitas klinis terhadap pengguna.

Dengan demikian, MENSTRUA-PINE PATCH lebih tepat diposisikan sebagai inovasi awal atau kandidat terapi komplementer. Produk ini dikembangkan untuk mendukung upaya penanganan nyeri menstruasi, bukan untuk menggantikan konsultasi medis maupun terapi yang telah direkomendasikan tenaga kesehatan.

Dipimpin lima mahasiswi D3 Keperawatan

Tim pengembang terdiri atas Oca Salsa Dwi Nuraini sebagai ketua, bersama Azkca Siti Sucila, Azrina Shefyra, Mustika Mely Salamah, dan Ghaitsaa Refaulla. Mereka merupakan mahasiswi Program Studi D3 Keperawatan POLSUB. Pengembangan inovasi tersebut dilakukan di bawah bimbingan dosen Nessy Anggun Primasari.

Latar belakang keperawatan dalam tim memberi konteks pada pemilihan isu nyeri menstruasi sebagai fokus inovasi. Di sisi lain, proses pengembangan produk juga menuntut pemahaman mengenai material, formulasi, stabilitas, keamanan pemakaian, dan potensi pengembangan usaha. Kolaborasi berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam proses hilirisasi karya mahasiswa.

Evaluasi masih pada tahap fisik dan stabilitas termal

Berdasarkan laporan pengembangan, evaluasi yang telah dilakukan mencakup aspek fisik dan stabilitas termal sediaan. Evaluasi ini penting untuk menilai karakter awal produk, tetapi belum dapat disamakan dengan uji klinis pada manusia.

Masih diperlukan pengujian lanjutan sebelum produk dapat dipasarkan secara luas. Beberapa aspek yang perlu dikaji meliputi keamanan penggunaan, potensi iritasi kulit, ketepatan dosis bahan aktif, stabilitas selama penyimpanan, serta efektivitas klinis pada pengguna dengan nyeri menstruasi.

Pengujian tersebut juga penting untuk menentukan petunjuk penggunaan yang aman, termasuk durasi pemakaian dan kondisi yang perlu diperhatikan. Klaim manfaat harus disusun berdasarkan hasil penelitian yang memadai sehingga informasi kepada calon pengguna tetap akurat dan tidak menimbulkan ekspektasi berlebihan.

Peluang hilirisasi melalui Program Mahasiswa Wirausaha

Pengenalan MENSTRUA-PINE PATCH dalam bazar PMW menunjukkan adanya jalur awal menuju hilirisasi inovasi mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, produk dapat diperkenalkan sebagai gagasan kewirausahaan yang mengangkat bahan lokal dan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Namun, pengenalan dalam bazar berbeda dari tahap pemasaran produk kesehatan secara luas. Sebelum masuk ke tahap tersebut, tim perlu memastikan pemenuhan persyaratan keamanan, mutu, dan regulasi yang relevan. Pengembangan lanjutan juga dapat memperkuat rancangan kemasan, konsistensi formulasi, ketahanan produk, dan penerimaan pengguna.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah daun nanas memberikan nilai tambah pada komoditas pertanian yang sebelumnya belum optimal digunakan. Dari sisi pendidikan, proyek ini memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat mengembangkan solusi berbasis masalah lokal dengan menggabungkan pengetahuan keperawatan, teknologi bahan, dan kewirausahaan.

Inovasi awal untuk kesehatan reproduksi mahasiswa

MENSTRUA-PINE PATCH menempatkan kesehatan reproduksi sebagai salah satu ruang inovasi yang dapat dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi. Nyeri menstruasi merupakan persoalan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan aktivitas sehari-hari, sehingga gagasan mengenai dukungan nonfarmakologis memiliki relevansi bagi mahasiswa.

Meski demikian, pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi masing-masing. Nyeri yang berat, berulang, atau disertai gejala lain sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan. Produk berbahan alam juga tetap dapat menimbulkan reaksi tertentu, sehingga aspek keamanan dan toleransi kulit harus menjadi perhatian dalam setiap tahap pengembangan.

Untuk saat ini, MENSTRUA-PINE PATCH merupakan hasil inovasi mahasiswa yang masih memerlukan validasi lebih lanjut. Penggunaan serat limbah daun nanas dan ekstrak jahe menunjukkan potensi pengembangan produk kesehatan yang menggabungkan kepedulian lingkungan dengan kebutuhan masyarakat, sementara bukti mengenai keamanan dan efektivitas klinisnya masih harus dibangun melalui penelitian berikutnya.

← Kembali ke Berita Kampus