Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Hochschule Hannover, Jerman, berkolaborasi dalam Design Thinking Workshop bertajuk Caring Communities. Kegiatan yang berlangsung pada 19 Oktober hingga 4 November 2026 ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, serta mitra profesional dari Indonesia dan Jerman untuk mengembangkan pendekatan desain yang lebih peka terhadap kebutuhan manusia dan masyarakat.
Kolaborasi ISI Yogyakarta dan Hochschule Hannover 2026 tersebut menempatkan kepedulian sosial, kerja lintas disiplin, dan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam proses perancangan. Melalui workshop ini, peserta tidak hanya mempelajari metodologi desain, tetapi juga berdialog dengan pihak-pihak yang berhadapan langsung dengan persoalan sosial, kesehatan, pelayanan sosial, dan layanan komunitas.
Workshop mengangkat desain untuk kebutuhan masyarakat
Caring Communities dirancang sebagai ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan gagasan antara peserta dari dua negara. Pendekatan yang digunakan berorientasi pada manusia serta mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam memahami persoalan dan merumuskan kemungkinan solusi.
Dalam konteks pendidikan seni dan desain, pendekatan tersebut memperluas pemahaman bahwa desain tidak semata-mata berkaitan dengan objek, visual, atau produk. Desain juga dapat digunakan untuk membaca pengalaman masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan, serta membangun layanan dan lingkungan yang lebih responsif terhadap kondisi sosial.
Karena melibatkan bidang pelayanan sosial, kesehatan, dan layanan komunitas, rangkaian kegiatan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi untuk melihat persoalan dari perspektif yang lebih beragam. Pertemuan dengan mitra profesional menjadi bagian penting untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan.
Rangkaian kegiatan mencakup pelatihan dan kunjungan lapangan
Selama pelaksanaan workshop, peserta dijadwalkan mengikuti sejumlah kegiatan akademik dan praktis. Rangkaian tersebut mencakup pelatihan metodologi, wawancara dengan ahli, dialog fenomenologis, kunjungan lapangan, serta kuliah terbuka.
- Pelatihan metodologi untuk memperkenalkan cara kerja design thinking dan pendekatan partisipatif.
- Wawancara dengan ahli guna memperkaya pemahaman peserta terhadap persoalan sosial dan layanan masyarakat.
- Dialog fenomenologis untuk menggali pengalaman serta sudut pandang manusia yang terlibat dalam suatu persoalan.
- Kunjungan lapangan ke Osnabrück, Eindhoven, dan Amsterdam sebagai bagian dari proses pembelajaran kontekstual.
- Kuliah terbuka yang menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi peserta dan komunitas akademik yang lebih luas.
Kombinasi antara pelatihan, dialog, wawancara, dan observasi lapangan memungkinkan peserta mempelajari desain melalui pengalaman langsung. Proses tersebut juga mendukung pembentukan pemahaman yang lebih utuh mengenai hubungan antara desain, institusi, komunitas, dan kebutuhan sosial.
Mahasiswa ISI Yogyakarta berbagi pengalaman belajar
Salah satu agenda penting dalam program ini adalah presentasi mahasiswa ISI Yogyakarta di Hochschule Hannover pada 20 Oktober 2026. Dalam agenda tersebut, mahasiswa dijadwalkan mempresentasikan pengalaman belajar serta praktik desain yang berkembang di Yogyakarta.
Presentasi ini menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan lintas budaya. Pengalaman mahasiswa di Yogyakarta dapat memperkenalkan konteks pendidikan, praktik desain, dan dinamika masyarakat Indonesia kepada peserta di Jerman. Pada saat yang sama, mahasiswa ISI Yogyakarta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan gagasan dalam lingkungan akademik internasional.
Agenda kemudian dilanjutkan pada 21 Oktober 2026 dengan presentasi mengenai participatory design. Topik ini berkaitan langsung dengan tema Caring Communities karena menekankan keterlibatan pengguna, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam proses perancangan.
Dalam desain partisipatif, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima hasil desain. Mereka juga dapat berperan sebagai sumber pengetahuan dan mitra dalam mengidentifikasi masalah, menyusun gagasan, serta menilai kemungkinan penerapannya. Perspektif tersebut relevan ketika desain diarahkan untuk menjawab tantangan yang berkaitan dengan pelayanan publik, kesehatan, dan kehidupan komunitas.
Melanjutkan kerja sama sejak 2014
Program Caring Communities melanjutkan hubungan akademik antara ISI Yogyakarta dan Hochschule Hannover yang telah berjalan sejak 2014. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bentuk kegiatan, antara lain workshop, visiting lecture, dan student mobility.
Keberlanjutan hubungan ini menunjukkan adanya ruang kolaborasi yang konsisten antara kedua institusi. Program mobilitas akademik pada Oktober 2026 melibatkan mahasiswa dan dosen dalam pertukaran pengetahuan serta pengalaman lintas budaya. Interaksi tersebut mendukung pengembangan wawasan akademik sekaligus memperkuat pemahaman terhadap praktik seni dan desain di Indonesia dan Jerman.
Bagi ISI Yogyakarta, keterlibatan dalam kerja sama internasional dapat memperluas pengalaman pembelajaran mahasiswa dan mempertemukan mereka dengan pendekatan pendidikan yang berbeda. Bagi Hochschule Hannover, kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk berdialog dengan pengalaman desain dan konteks sosial yang berkembang di Yogyakarta.
Memperkuat internasionalisasi pendidikan seni dan desain
Kolaborasi ISI Yogyakarta dan Hochschule Hannover tidak berhenti pada pertukaran kunjungan atau penyampaian materi akademik. Melalui kegiatan yang melibatkan mitra profesional dan komunitas, kerja sama ini menghubungkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata di masyarakat.
Pendekatan lintas disiplin dalam Caring Communities juga menunjukkan bahwa persoalan sosial membutuhkan lebih dari satu sudut pandang. Pengetahuan seni dan desain dapat berdialog dengan bidang kesehatan, pelayanan sosial, dan layanan komunitas untuk menghasilkan proses pemecahan masalah yang lebih kontekstual.
Dengan agenda yang berlangsung hingga 4 November 2026, workshop ini menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi kampus melalui pembelajaran kolaboratif. Pertukaran pengalaman antara mahasiswa, dosen, ahli, dan mitra lapangan diharapkan dapat memperkaya praktik desain partisipatif serta memperluas penerapan pendidikan seni dalam menjawab persoalan sosial.
