Abdidaya Ormawa 2026 Siapkan 120 Tim dari 60 Perguruan Tinggi

Mahasiswa berdiskusi dengan dosen pendamping dan mitra masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan di lingkungan kampus

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek, menetapkan 120 tim pelaksana dari 60 perguruan tinggi sebagai peserta Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026. Penetapan ini menjadi bagian dari persiapan menuju puncak Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).

Informasi mengenai persiapan tersebut diumumkan pada 12 Oktober 2026. Abdidaya Ormawa 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan. Karena kegiatan belum berlangsung, belum ada informasi mengenai pemenang atau hasil akhir ajang tersebut.

Penetapan peserta melalui proses verifikasi

Peserta Abdidaya Ormawa 2026 ditetapkan melalui Surat Nomor 3773/DST/B2/DT.01.01/2026 yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026. Sebelumnya, proses verifikasi calon peserta dilaksanakan pada 24–25 September 2026.

Hasil penetapan itu mencakup 120 tim pelaksana yang berasal dari 60 perguruan tinggi. Komposisi tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai institusi pendidikan tinggi dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis organisasi kemahasiswaan.

Dalam konteks PPK Ormawa, tim mahasiswa tidak bekerja sendiri. Pelaksanaan program melibatkan organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, serta mitra dari desa atau kelurahan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan dan pelaksanaan kegiatan yang diarahkan pada kebutuhan masyarakat.

Menampilkan hasil pemberdayaan masyarakat

Abdidaya Ormawa merupakan puncak dari rangkaian PPK Ormawa. Ajang ini menjadi ruang bagi tim mahasiswa untuk mempresentasikan hasil program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan bersama organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, dan mitra desa atau kelurahan.

Program PPK Ormawa mencakup sejumlah bidang pemberdayaan, yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Keempat bidang tersebut mencerminkan cakupan persoalan masyarakat yang dapat menjadi perhatian organisasi mahasiswa dalam merancang kegiatan penguatan kapasitas dan pengembangan potensi lokal.

Melalui program tersebut, organisasi kemahasiswaan memiliki kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Pendekatan ini juga menempatkan desa atau kelurahan sebagai mitra dalam pelaksanaan program, bukan sekadar penerima kegiatan.

Makna keterlibatan organisasi mahasiswa

Keterlibatan 120 tim dari 60 perguruan tinggi memperlihatkan skala partisipasi yang luas dalam Abdidaya Ormawa 2026. Setiap tim membawa hasil pelaksanaan program pemberdayaan dari lingkungan perguruan tinggi dan mitra masyarakat masing-masing.

Bagi organisasi kemahasiswaan, keikutsertaan dalam PPK Ormawa dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas. Mahasiswa berhadapan dengan kebutuhan masyarakat, membangun kerja sama dengan mitra, serta mengembangkan program pada bidang yang telah ditentukan.

Peran dosen pendamping juga menjadi unsur dalam pelaksanaan program. Pendampingan tersebut menghubungkan proses akademik dengan praktik pemberdayaan di lapangan. Sementara itu, keterlibatan mitra desa atau kelurahan membantu memastikan program berangkat dari konteks masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan.

Makassar menjadi lokasi puncak kegiatan

Universitas Muslim Indonesia di Makassar akan menjadi lokasi pelaksanaan Abdidaya Ormawa 2026 pada 21–25 Oktober 2026. Penyelenggaraan di Makassar menempatkan perguruan tinggi tersebut sebagai tuan rumah bagi rangkaian puncak program yang diikuti tim dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, tim peserta dijadwalkan menampilkan hasil pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan melalui PPK Ormawa. Informasi yang tersedia saat ini baru mencakup penetapan peserta dan jadwal pelaksanaan. Dengan demikian, capaian akhir, penerima penghargaan, maupun hasil penilaian belum dapat disampaikan sebelum kegiatan berlangsung.

Fokus pada keberlanjutan program

Program pemberdayaan masyarakat dalam PPK Ormawa tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan oleh mahasiswa. Kerja sama dengan organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, dan mitra desa atau kelurahan menjadi unsur yang mendukung keberlanjutan program.

Bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan membuka ruang bagi tim untuk mengembangkan pendekatan sesuai kebutuhan masyarakat. Setiap bidang memiliki karakter persoalan yang berbeda sehingga pelaksanaan program perlu memperhatikan kondisi mitra dan tujuan pemberdayaan yang telah ditetapkan.

Melalui Abdidaya Ormawa 2026, hasil kerja tim-tim tersebut akan dipresentasikan dalam forum tingkat nasional. Ajang ini sekaligus menyoroti kontribusi organisasi mahasiswa dan perguruan tinggi dalam mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat yang terarah dan berkelanjutan.

Dengan penetapan 120 tim dari 60 perguruan tinggi, tahapan persiapan menuju pelaksanaan Abdidaya Ormawa 2026 kini memasuki fase akhir. Perhatian berikutnya tertuju pada pelaksanaan kegiatan di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, pada 21–25 Oktober 2026.

← Kembali ke Berita Kampus