Unisa Festival 2026 Ubah Botol Plastik Menjadi Dukungan Beasiswa Mahasiswa

Mahasiswa memilah botol plastik dalam kegiatan festival kampus yang juga melibatkan tenant UMKM

YOGYAKARTA – Unisa Festival 2026 di Kampus Terpadu Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta menghubungkan kepedulian lingkungan dengan dukungan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 9–10 Oktober 2026 tersebut, sekitar 1.500 botol plastik berhasil dikumpulkan untuk mendukung program beasiswa mahasiswa.

Festival ini juga menjadi ruang bagi kampus untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk UMKM penyandang disabilitas. Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta menyiapkan donasi sebesar Rp20 juta serta menyelenggarakan Pasar Rakyat yang melibatkan 20 tenant UMKM dari warga sekitar kampus dan pelaku usaha penyandang disabilitas.

Botol plastik dikaitkan dengan program beasiswa

Pengumpulan dan pemilahan botol plastik dalam rangkaian Unisa Festival 2026 dikelola oleh Mahasiswa Sadar Infak Sedekah (Madaris) bersama Lazismu Unisa Yogyakarta. Botol yang terkumpul kemudian menjadi bagian dari skema penggalangan dukungan untuk mahasiswa melalui hasil penjualannya.

Dana dari penjualan botol plastik tersebut dipadukan dengan dukungan infak mahasiswa. Hasilnya digunakan untuk membantu program beasiswa, termasuk bantuan living cost dan beasiswa Serdadu. Pola ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan pemilahan, tetapi diarahkan untuk memberi manfaat sosial yang lebih luas.

Program pengumpulan botol plastik dan penyaluran dukungan pendidikan itu telah berjalan sejak 2024. Sekitar 90 mahasiswa disebut telah menerima manfaatnya. Besaran bantuan yang diberikan mencapai Rp1,5 juta untuk setiap mahasiswa pada setiap semester.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa gerakan lingkungan di lingkungan kampus dapat menjadi salah satu sumber dukungan tambahan bagi keberlanjutan studi mahasiswa. Pada saat yang sama, keterlibatan mahasiswa dalam mengumpulkan dan memilah botol plastik memperkuat peran mereka dalam kegiatan filantropi serta pengelolaan lingkungan.

Festival mempertemukan aksi lingkungan dan pemberdayaan UMKM

Unisa Festival 2026 tidak hanya berfokus pada pengumpulan botol plastik. Melalui Pasar Rakyat, festival menghadirkan 20 tenant UMKM yang berasal dari warga sekitar kampus dan pelaku usaha penyandang disabilitas. Kehadiran tenant tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka dalam rangkaian perayaan milad kampus.

Dukungan lain diberikan melalui donasi Rp20 juta untuk membantu UMKM penyandang disabilitas. Bantuan ini menjadi bagian dari agenda sosial festival yang menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu unsur penting dalam kegiatan kampus.

Keterlibatan UMKM disabilitas juga memperluas makna keberlanjutan. Keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan pengurangan sampah atau pemanfaatan kembali material, tetapi juga dengan upaya menciptakan akses ekonomi yang lebih inklusif bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Memperkuat prinsip 3R dan gerakan Green Campus

Program botol plastik tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta memperkuat prinsip 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Pengumpulan serta pemilahan botol membantu membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih terarah di lingkungan kampus.

Dalam konteks gerakan Green Campus, kegiatan ini memperlihatkan hubungan antara perilaku sehari-hari dan agenda kelembagaan. Botol plastik yang dipisahkan dari sampah lain dapat memiliki nilai ekonomi. Nilai tersebut kemudian dimanfaatkan untuk tujuan sosial, termasuk membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendukung pendidikan.

Model tersebut juga mendorong mahasiswa untuk melihat isu lingkungan dan isu pendidikan sebagai persoalan yang saling berkaitan. Sampah yang dikelola dengan baik dapat mendukung aksi filantropi, sementara partisipasi dalam program infak dan beasiswa memperkuat kepedulian sosial di antara warga kampus.

Unisa Festival 2026 menjadi ruang kolaborasi

Rangkaian kegiatan pada 9–10 Oktober 2026 mempertemukan sejumlah unsur dalam satu agenda, yaitu mahasiswa, pengelola program filantropi, lembaga sosial, UMKM, dan masyarakat sekitar kampus. Kolaborasi tersebut tercermin dalam pengelolaan botol plastik oleh Madaris dan Lazismu Unisa Yogyakarta, pelaksanaan Pasar Rakyat, serta penyaluran dukungan bagi UMKM penyandang disabilitas.

Bagi mahasiswa, program ini menghadirkan bentuk partisipasi yang konkret. Mereka dapat berkontribusi melalui pengumpulan botol plastik dan dukungan infak. Bagi UMKM, festival menyediakan ruang untuk terlibat dalam kegiatan kampus sekaligus memperluas kesempatan pengenalan usaha. Sementara bagi kampus, kegiatan tersebut memperkuat pelaksanaan agenda lingkungan dan sosial secara bersamaan.

Pengalaman yang dibangun melalui program sejak 2024 juga menjadi dasar bagi keberlanjutan gerakan. Manfaat yang telah diterima sekitar 90 mahasiswa dan capaian pengumpulan sekitar 1.500 botol selama festival menunjukkan bahwa kegiatan lingkungan dapat dirancang agar memiliki dampak yang terukur pada bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

Menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari kehidupan kampus

Unisa Festival 2026 memperlihatkan bahwa perayaan kampus dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang menjawab kebutuhan sosial dan lingkungan. Pengumpulan botol plastik tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan beasiswa mahasiswa. Pasar Rakyat juga tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pendukung festival, tetapi menjadi sarana keterlibatan UMKM warga sekitar dan penyandang disabilitas.

Rangkaian tersebut menegaskan tiga arah manfaat yang berjalan bersama: mengurangi dan memilah sampah, memperkuat filantropi mahasiswa, serta mendukung akses pendidikan dan ekonomi yang lebih inklusif. Melalui pendekatan itu, prinsip Green Campus diterapkan bukan hanya pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga pada kepedulian terhadap keberlanjutan kehidupan warga kampus dan masyarakat di sekitarnya.

Dengan demikian, Unisa Festival 2026 menjadi contoh bagaimana agenda milad kampus dapat diisi dengan kegiatan yang memiliki dampak sosial. Botol plastik yang terkumpul, infak mahasiswa, donasi untuk UMKM disabilitas, dan keterlibatan tenant dalam Pasar Rakyat menjadi bagian dari satu ekosistem keberlanjutan di lingkungan Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta.

← Kembali ke Berita Kampus