Unismuh Siapkan Praktik Mengajar Mahasiswa ke Filipina pada 2027

Delegasi perguruan tinggi Indonesia dan Filipina berdiskusi dalam pertemuan kerja sama pendidikan

Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) dan University of Luzon, Filipina, menyiapkan program praktik mengajar lintas negara yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan balasan tujuh delegasi University of Luzon ke Unismuh Makassar pada 28 Oktober 2026.

Program ini dirancang sebagai kerja sama timbal balik. Mahasiswa dari kedua perguruan tinggi berpeluang menjalani praktik mengajar di sekolah laboratorium masing-masing. Dengan skema tersebut, mahasiswa Unismuh dapat memperoleh pengalaman mengajar di Filipina, sementara mahasiswa University of Luzon berkesempatan menjalani pengalaman serupa di lingkungan pendidikan yang terhubung dengan Unismuh.

Namun, kerja sama tersebut masih berada dalam tahap persiapan dan pematangan teknis. Hingga pembahasan pada 28 Oktober 2026, belum diumumkan jumlah peserta, sekolah tujuan, jadwal keberangkatan, maupun mekanisme seleksi mahasiswa yang akan mengikuti program.

Program praktik mengajar dirancang secara timbal balik

Rencana praktik mengajar mahasiswa Filipina dan Indonesia menjadi salah satu bagian utama dari pembahasan Unismuh bersama University of Luzon. Pertukaran pengalaman ini diarahkan untuk mempertemukan mahasiswa calon guru dengan konteks sekolah di negara lain.

Dalam rancangan awal, pelaksanaan praktik tidak hanya berfokus pada keberangkatan mahasiswa dari satu kampus ke kampus lain. Kedua perguruan tinggi membahas pola timbal balik melalui sekolah laboratorium yang dimiliki atau digunakan dalam kegiatan akademik masing-masing. Detail teknis mengenai sekolah dan bentuk penugasan masih perlu dimatangkan oleh kedua pihak.

Karena program ditargetkan mulai pada 2027, tahapan persiapan menjadi bagian penting sebelum mobilitas mahasiswa dilaksanakan. Hal-hal seperti jumlah peserta, waktu kegiatan, sekolah tujuan, serta prosedur seleksi belum ditetapkan secara terbuka. Informasi mengenai program karena itu masih bersifat rencana kerja sama, bukan pengumuman pendaftaran atau kepastian keberangkatan.

Kerja sama mencakup dua penelitian bersama

Selain mobilitas mahasiswa, Unismuh dan University of Luzon membahas rencana penelitian bersama. Terdapat dua topik yang menjadi perhatian dalam kerja sama tersebut.

  • Perbandingan kondisi sosial dan psikologis siswa sekolah menengah pertama.
  • Kemampuan menulis mahasiswa calon guru.

Kedua topik tersebut berkaitan dengan pengalaman pendidikan dan pembentukan kompetensi calon pendidik. Penelitian mengenai kondisi sosial dan psikologis siswa SMP akan mempertemukan perspektif dari dua konteks pendidikan yang berbeda. Sementara itu, kajian kemampuan menulis mahasiswa calon guru berhubungan dengan kesiapan akademik mahasiswa yang sedang dipersiapkan untuk memasuki profesi pendidikan.

Belum ada informasi mengenai metode penelitian, jumlah responden, jadwal pengumpulan data, atau pembagian tugas antara kedua perguruan tinggi. Rincian tersebut masih menjadi bagian dari proses penyusunan dan pematangan kerja sama.

Penyusunan modul pembelajaran lintas budaya

Unismuh dan University of Luzon juga membahas penyusunan modul pembelajaran lintas budaya. Modul ini direncanakan sebagai bagian lain dari kolaborasi akademik kedua kampus.

Pembelajaran lintas budaya dapat menjadi konteks pendukung bagi mahasiswa yang terlibat dalam mobilitas internasional. Meski demikian, bentuk akhir modul, mata kuliah atau jenjang penggunaannya, serta waktu penyusunannya belum diumumkan. Karena masih dalam tahap pembahasan, belum dapat dipastikan bagaimana modul tersebut akan diterapkan dalam program praktik mengajar.

Ketiga bidang kerja sama—mobilitas mahasiswa, penelitian bersama, dan pengembangan modul—menunjukkan bahwa hubungan kedua perguruan tinggi tidak hanya diarahkan pada kunjungan akademik. Pelaksanaannya tetap menunggu kesepakatan teknis dan keputusan resmi dari masing-masing institusi.

Kunjungan tujuh delegasi University of Luzon

Kunjungan tujuh delegasi University of Luzon ke Unismuh Makassar berlangsung pada 28 Oktober 2026. Kunjungan tersebut menjadi kunjungan balasan dalam rangka pembahasan kerja sama pendidikan antara kedua perguruan tinggi.

Pertemuan itu digunakan untuk membicarakan rencana praktik mengajar mahasiswa lintas negara yang ditargetkan mulai pada 2027. Selain itu, delegasi kedua kampus membahas agenda penelitian bersama dan penyusunan modul pembelajaran lintas budaya.

Informasi yang tersedia belum memuat rincian mengenai struktur kepanitiaan, penanggung jawab program, atau dokumen teknis yang akan digunakan dalam pelaksanaan. Dengan demikian, perkembangan berikutnya akan bergantung pada pematangan rencana dan pengumuman resmi dari Unismuh serta University of Luzon.

Kolaborasi pendidikan Unismuh di Filipina

Rencana kerja sama dengan University of Luzon berlangsung dalam rangkaian penguatan hubungan akademik Unismuh dengan perguruan tinggi di Filipina. Sebelumnya, pada 23 Oktober 2026, dosen Unismuh terlibat dalam kuliah tamu dan pelatihan literasi numerasi di Ifugao State University, Filipina.

Kegiatan di Ifugao State University tersebut berkaitan dengan kolaborasi pendidikan matematika. Bentuk kegiatannya mencakup kuliah tamu dan pelatihan literasi numerasi. Agenda ini berbeda dari rencana praktik mengajar bersama University of Luzon, tetapi sama-sama menunjukkan adanya kegiatan akademik Unismuh bersama mitra pendidikan di Filipina.

Perbedaan institusi dan bentuk kegiatan perlu diperhatikan. Rencana praktik mengajar lintas negara dibahas bersama University of Luzon, sedangkan kuliah tamu dan pelatihan literasi numerasi pada 23 Oktober 2026 melibatkan Ifugao State University. Belum ada informasi bahwa kedua agenda tersebut merupakan satu program yang sama.

Rincian pelaksanaan masih menunggu keputusan

Mahasiswa yang tertarik dengan peluang praktik mengajar ke Filipina perlu menunggu informasi resmi mengenai persyaratan dan jadwal. Sampai tahap pembahasan yang dilaporkan pada 28 Oktober 2026, beberapa aspek utama belum diumumkan.

  • Jumlah mahasiswa yang akan diterima.
  • Sekolah laboratorium yang menjadi lokasi praktik.
  • Jadwal pelaksanaan dan keberangkatan.
  • Mekanisme seleksi peserta.
  • Bentuk kegiatan dan pembagian tugas selama praktik mengajar.

Belum tersedianya rincian tersebut menunjukkan bahwa program masih dalam proses perencanaan. Informasi mengenai pendaftaran, persyaratan bahasa, durasi kegiatan, pembiayaan, dan ketentuan akademik juga belum disampaikan dalam pembahasan yang tersedia.

Apabila kerja sama ini berlanjut sesuai target, pelaksanaan pada 2027 akan menjadi tahap berikutnya setelah kedua perguruan tinggi menyepakati aspek teknis. Untuk saat ini, perkembangan yang telah dibahas mencakup arah kerja sama dan bidang kolaborasi, bukan kepastian pelaksanaan bagi peserta tertentu.

← Kembali ke Berita Kampus