Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang (FEB UNP) akan menyelenggarakan The 15th Padang International Conference on Economics, Education, Business and Accounting (PICEEBA) 2026 pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Konferensi ini digelar secara hybrid di lingkungan FEB UNP dengan fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pendidikan, bisnis, masyarakat, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
PICEEBA 2026 UNP menjadi forum akademik yang mempertemukan perspektif dari sejumlah perguruan tinggi di tingkat internasional. Konferensi menghadirkan empat pembicara utama dari KMITL Thailand, Universiti Kebangsaan Malaysia, Piri Reis University Turki, dan Universitas Negeri Padang. Diskusi juga dimoderatori oleh perwakilan dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia.
Melalui penyelenggaraan secara hybrid, konferensi ini membuka ruang partisipasi baik secara langsung di lingkungan FEB UNP maupun melalui kanal daring. Format tersebut mendukung pertukaran gagasan lintas negara dan memperluas akses terhadap pembahasan mengenai perkembangan AI di bidang ekonomi, pendidikan, bisnis, serta kehidupan sosial.
AI dan agenda pembangunan berkelanjutan
Tema utama PICEEBA 2026 menempatkan AI dalam kaitannya dengan percepatan tujuan pembangunan berkelanjutan. Pembahasan tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknologi dalam mengolah data atau meningkatkan efisiensi, tetapi juga pada dampaknya bagi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, pemanfaatan AI perlu dikaitkan dengan kebutuhan sosial dan kelembagaan yang lebih luas. Teknologi dapat membantu organisasi memahami persoalan, mendukung proses pengambilan keputusan, serta mengembangkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Namun, penerapannya tetap membutuhkan pertimbangan terhadap tanggung jawab, manfaat sosial, dan ukuran keberhasilan yang jelas.
Forum seperti PICEEBA 2026 penting karena mempertemukan kajian akademik dengan tantangan praktis. Perguruan tinggi, pelaku bisnis, dan masyarakat tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai cara kerja AI, tetapi juga perlu menilai kapan teknologi tersebut tepat digunakan, bagaimana dampaknya diukur, serta bagaimana penerapannya tetap sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Empat fokus pembahasan dalam konferensi
Materi yang dibahas dalam PICEEBA 2026 mencakup beberapa bidang yang saling berhubungan. Keempat fokus tersebut menggambarkan luasnya pengaruh AI terhadap pengelolaan organisasi, pembelajaran, dan transformasi ekonomi.
- AI dan tujuan pembangunan berkelanjutan. Sesi ini membahas hubungan antara kecerdasan buatan dan upaya mencapai target pembangunan berkelanjutan. Perspektif yang dibawa menempatkan AI sebagai salah satu instrumen yang perlu digunakan secara terarah dan bertanggung jawab.
- Perubahan teori manajemen pada era AI. Perkembangan AI memengaruhi cara organisasi memahami pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, dan hubungan antara manusia dengan teknologi. Perubahan tersebut mendorong pengkajian kembali terhadap teori dan praktik manajemen.
- Penggunaan AI dalam pendidikan tinggi. Perguruan tinggi menjadi salah satu ruang penting untuk membahas pemanfaatan AI dalam kegiatan akademik. Topik ini relevan bagi pengembangan pembelajaran, penguatan kapasitas sivitas akademika, serta penyiapan lulusan menghadapi perubahan dunia kerja.
- Transformasi bisnis berbasis AI. Penggunaan AI turut mengubah cara bisnis mengembangkan layanan dan menjalankan proses kerja. Pembahasan transformasi bisnis diperlukan agar adopsi teknologi tidak berhenti pada penggunaan alat, tetapi terhubung dengan kebutuhan organisasi dan dampak yang ingin dicapai.
Relevansi bagi mahasiswa dan kampus
Bagi mahasiswa, PICEEBA 2026 dapat menjadi ruang untuk memahami perkembangan AI dari sudut pandang ekonomi, pendidikan, bisnis, dan masyarakat. Pemahaman lintas bidang tersebut penting karena penggunaan AI tidak lagi terbatas pada satu disiplin. Perubahan yang ditimbulkannya juga berkaitan dengan cara organisasi bekerja, keterampilan yang dibutuhkan, serta persoalan sosial yang muncul dalam penerapan teknologi.
Mahasiswa juga dapat melihat bahwa literasi AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan aplikasi. Literasi tersebut mencakup kemampuan menilai manfaat teknologi, memahami batasannya, dan mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang didukung AI. Perspektif semacam ini membantu membangun pemanfaatan AI yang lebih bertanggung jawab di lingkungan akademik maupun profesional.
Bagi perguruan tinggi, tema konferensi menegaskan pentingnya menyiapkan ekosistem yang mampu merespons perubahan teknologi. Pendidikan tinggi perlu menghubungkan penguasaan pengetahuan, keterampilan analitis, etika, dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, AI dapat ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan kapasitas, bukan sekadar tren teknologi.
Memperkuat kolaborasi akademik internasional
Kehadiran pembicara dari Thailand, Malaysia, Turki, dan Indonesia memperlihatkan dimensi internasional PICEEBA 2026. Keterlibatan perguruan tinggi dari berbagai negara memungkinkan pertukaran pengalaman mengenai penerapan AI dalam konteks pendidikan, manajemen, bisnis, dan pembangunan.
Kolaborasi semacam ini juga memperkuat hubungan akademik antara UNP dan perguruan tinggi mitra. Pertukaran gagasan dalam konferensi dapat menjadi bagian dari pengembangan kerja sama yang lebih luas, terutama dalam merespons isu yang memiliki dampak lintas negara. AI dan pembangunan berkelanjutan merupakan contoh isu yang membutuhkan dialog antara akademisi dari berbagai latar belakang.
Moderator dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia turut mendukung jalannya diskusi dengan menjembatani beragam perspektif yang disampaikan para pembicara. Dengan latar belakang pembicara dan moderator yang berasal dari beberapa institusi, konferensi ini menghadirkan pembahasan yang tidak hanya berfokus pada satu pendekatan.
Menempatkan pemanfaatan AI secara terukur
PICEEBA 2026 UNP juga relevan untuk membahas bagaimana keberhasilan pemanfaatan AI sebaiknya dinilai. Penggunaan teknologi perlu dihubungkan dengan tujuan yang ingin dicapai, baik dalam pendidikan, pengelolaan organisasi, maupun pengembangan bisnis. Ukuran keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa baru teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh manfaat dan dampaknya.
Pendekatan tersebut membantu kampus dan organisasi menghindari pemanfaatan AI yang tidak memiliki arah. Setiap penerapan perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna, kemampuan institusi, serta dampaknya bagi masyarakat. Karena itu, pembahasan akademik mengenai AI perlu berjalan bersama penguatan tata kelola, pengembangan kompetensi, dan evaluasi berkelanjutan.
Dengan tema yang menghubungkan AI dan pembangunan berkelanjutan, PICEEBA 2026 menempatkan konferensi sebagai forum untuk membicarakan peluang sekaligus tanggung jawab dalam penerapan teknologi. Penyelenggaraan oleh FEB UNP dan keterlibatan mitra internasional memperkuat peran konferensi ini sebagai ruang pertukaran pengetahuan mengenai masa depan pendidikan, bisnis, dan masyarakat.
