Unismuh Lepas 40 Mahasiswa untuk Aksara Peduli 2026

Mahasiswa Unismuh Makassar bersiap mengikuti program pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Selatan

Universitas Muhammadiyah Makassar melepas 40 mahasiswa untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak skema Aksara Peduli 2026 di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Pelepasan tersebut berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Para mahasiswa dibagi ke dalam dua tim yang akan menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal di wilayah sasaran. Program ini diarahkan untuk menghubungkan kapasitas perguruan tinggi, termasuk hasil riset dan inovasi, dengan kebutuhan masyarakat desa.

Dua tim ditempatkan di Selayar dan Barru

Dalam pelaksanaan Aksara Peduli 2026, Unismuh Makassar menempatkan peserta di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Barru. Pembagian mahasiswa ke dalam dua tim menjadi bagian dari pengorganisasian program agar kegiatan dapat dijalankan sesuai karakter dan potensi wilayah masing-masing.

Program pemberdayaan tersebut tidak hanya berorientasi pada kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat. Unismuh menjelaskan bahwa mahasiswa didorong untuk menerapkan pengetahuan, hasil riset, serta inovasi kampus dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

Pendekatan berbasis potensi lokal juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses program. Dengan cara ini, kegiatan yang dijalankan diharapkan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan wilayah sasaran, sekaligus membuka ruang bagi pemanfaatan sumber daya yang telah tersedia di masyarakat.

Fokus pada limbah pertanian hingga wisata edukasi

Beberapa bidang yang menjadi fokus Aksara Peduli 2026 di Selayar dan Barru meliputi pengolahan limbah pertanian, penguatan ekonomi produktif, ketahanan pangan, dan pengembangan wisata edukasi.

  • Pengolahan limbah pertanian diarahkan pada pemanfaatan persoalan dan sumber daya pertanian agar dapat dikelola secara lebih produktif.
  • Ekonomi produktif menjadi bagian dari upaya memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat melalui potensi yang dimiliki wilayah sasaran.
  • Ketahanan pangan menjadi fokus yang berkaitan dengan kemampuan masyarakat memenuhi dan mengelola kebutuhan pangan secara berkelanjutan.
  • Wisata edukasi dikembangkan dengan menghubungkan potensi wilayah dengan kegiatan pembelajaran yang memiliki nilai edukatif.

Keempat fokus tersebut menunjukkan cakupan program yang memadukan aspek lingkungan, ekonomi, pangan, dan pengembangan potensi lokal. Pelaksanaannya tetap ditempatkan dalam kerangka pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar kegiatan kunjungan atau pengabdian dalam waktu singkat.

Bagian dari Program Mahasiswa Berdampak

Aksara Peduli merupakan salah satu skema dalam Aksara Mahasiswa 2026 atau Program Mahasiswa Berdampak. Program tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Secara nasional, Aksara Peduli diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat pada sejumlah bidang. Cakupannya meliputi pangan, energi, kesehatan, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, ekonomi biru, serta persoalan lain yang relevan dengan kondisi wilayah sasaran.

Dalam konteks Unismuh Makassar, pelaksanaan program di Selayar dan Barru menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerjemahkan pengetahuan akademik ke dalam kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Kampus menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga membawa hasil riset dan inovasi untuk mendukung penyelesaian masalah di desa.

Hubungan antara riset perguruan tinggi dan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam Program Mahasiswa Berdampak. Pengetahuan yang dihasilkan di lingkungan kampus diarahkan agar dapat digunakan untuk membantu masyarakat, terutama ketika berkaitan dengan pengelolaan potensi lokal dan persoalan pembangunan di wilayah desa.

Mahasiswa diminta beradaptasi dengan masyarakat

Selama mengikuti program, mahasiswa diingatkan untuk menghormati adat istiadat serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial setempat. Pesan tersebut menjadi bagian penting karena kegiatan dilaksanakan di wilayah yang memiliki karakter masyarakat dan kebiasaan lokal masing-masing.

Adaptasi sosial diperlukan agar proses pemberdayaan dapat berlangsung dengan menghargai masyarakat sebagai mitra. Pemahaman terhadap adat dan lingkungan setempat juga membantu mahasiswa menjalankan kegiatan secara lebih tepat, terbuka, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Selain membawa pengetahuan dari kampus, mahasiswa perlu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat selama program berlangsung. Sikap menghormati tata kehidupan lokal menjadi dasar bagi pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pangan, ekonomi, lingkungan, maupun wisata edukasi.

Menguatkan peran kampus di wilayah sasaran

Pelepasan 40 mahasiswa melalui Aksara Peduli 2026 memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mendukung penyelesaian persoalan masyarakat melalui kolaborasi berbasis pengetahuan. Penempatan peserta di Kepulauan Selayar dan Barru juga memperluas ruang penerapan hasil riset dan inovasi Unismuh Makassar di luar lingkungan kampus.

Dengan pembagian dua tim dan fokus kegiatan yang beragam, program ini mencakup kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Pengolahan limbah pertanian, ekonomi produktif, ketahanan pangan, dan wisata edukasi merupakan bidang yang memiliki kaitan dengan potensi lokal serta pengembangan desa.

Aksara Peduli 2026 Unismuh Makassar selanjutnya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi melalui kompetensi yang dimiliki. Keberhasilan program akan sangat bergantung pada kesesuaian kegiatan dengan kebutuhan wilayah, penghormatan terhadap konteks sosial, serta kemampuan peserta menjalin kerja sama dengan masyarakat setempat.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjalankan peran sebagai bagian dari ekosistem perguruan tinggi yang berdampak. Kegiatan di Selayar dan Barru tidak hanya menjadi agenda pengabdian, tetapi juga menjadi proses penerapan riset, inovasi, dan pembelajaran mahasiswa untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa.

← Kembali ke Berita Kampus