Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengembangkan teknologi pertanian cerdas untuk mendukung budidaya melon Kelompok Tani Banyu Urip di Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, Madura. Program pengabdian kepada masyarakat tersebut mencakup sistem pemantauan berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT), irigasi tetes otomatis berbasis Internet of Things (IoT), serta website untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk melon.
Perangkat hasil pengembangan didiseminasikan kepada mitra pada 17 Oktober 2026. Teknologi ini dirancang untuk membantu kelompok tani memperoleh informasi kondisi lahan dan air secara lebih terukur, sekaligus mendukung pengelolaan penyiraman pada lahan melon. Meski demikian, dampak penerapan terhadap efisiensi air, produktivitas, dan pendapatan masih belum dapat disimpulkan karena memerlukan penggunaan di lapangan serta evaluasi lanjutan.
Memantau kondisi tanah dan kualitas air
Bagian pemantauan dalam teknologi pertanian cerdas PENS menggunakan pendekatan AIoT. Sistem tersebut mengumpulkan informasi mengenai sejumlah parameter yang berkaitan dengan kondisi media tanam dan air. Parameter yang dipantau meliputi pH tanah, kelembapan tanah, serta unsur hara NPK.
Selain kondisi tanah, sistem juga memantau kualitas air. Pengukuran dilakukan melalui parameter pH air, electrical conductivity (EC), dan total dissolved solids (TDS). Informasi dari berbagai parameter tersebut dapat menjadi data pendukung bagi kelompok tani dalam mengamati kondisi budidaya melon.
Pemantauan berbasis sensor tidak serta-merta menggantikan keputusan teknis dalam budidaya. Data yang terkumpul tetap perlu dibaca dan dievaluasi sesuai kondisi tanaman serta kebutuhan pengelolaan lahan. Karena penerapan lapangan masih membutuhkan evaluasi, manfaat akhir sistem terhadap hasil panen belum dapat dinilai secara definitif.
Irigasi tetes dikendalikan melalui perangkat IoT
PENS juga mengembangkan sistem irigasi tetes otomatis berbasis IoT. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai salah satu komponen pengendali. Perangkat tersebut terhubung dengan sensor ultrasonik, sensor aliran air, dan katup solenoid untuk membantu mengatur serta memantau aliran air.
Sensor ultrasonik digunakan dalam rangkaian pemantauan sistem, sedangkan sensor aliran air mengukur aliran yang melewati jaringan irigasi. Katup solenoid berfungsi sebagai komponen pengatur aliran. Pemantauan sistem dilakukan melalui dasbor berbasis website sehingga informasi perangkat dapat diakses dalam bentuk digital.
Dalam pengujian laboratorium awal, sensor ultrasonik dilaporkan memiliki akurasi 96 persen. Pengujian aliran air menghasilkan debit rata-rata sekitar 2,2 liter per menit. Angka tersebut merupakan hasil pengujian awal di laboratorium dan belum menjadi ukuran dampak penggunaan sistem pada seluruh lahan melon milik kelompok tani.
Diseminasi perangkat kepada Kelompok Tani Banyu Urip
Teknologi tersebut dikembangkan melalui kerja sama PENS dengan Kelompok Tani Banyu Urip di Desa Tanggumong. Kelompok ini memiliki sekitar 25 anggota aktif dan mengelola lahan melon dengan luas sekitar satu hektare.
Kegiatan diseminasi pada 17 Oktober 2026 menjadi tahap penyerahan teknologi dan perangkat hasil pengembangan kepada mitra. Melalui tahap ini, sistem pemantauan AIoT dan irigasi otomatis mulai diperkenalkan untuk mendukung kegiatan budidaya yang dilakukan kelompok tani.
Diseminasi juga menjadi bagian penting sebelum dilakukan pengamatan terhadap penggunaan teknologi di lahan. Pengujian laboratorium memberikan gambaran awal mengenai kinerja beberapa komponen, tetapi penerapan nyata perlu memperhatikan kondisi lahan, pola budidaya, kebutuhan tanaman, dan pengoperasian perangkat oleh pengguna.
Website mendukung promosi produk melon
Selain perangkat pemantauan dan irigasi, program PENS menghasilkan website untuk mendukung promosi Kelompok Tani Banyu Urip. Website tersebut memuat profil kelompok tani, informasi budidaya, katalog, galeri, dan berita.
Platform digital itu juga memperkenalkan varietas melon Honey Globe dan Golden Apollo. Dengan adanya katalog dan informasi produk, website dapat menjadi sarana penyampaian informasi mengenai kegiatan serta hasil budidaya kelompok tani. Namun, capaian promosi dan pengaruhnya terhadap pendapatan belum dapat dipastikan pada tahap ini.
Pengembangan website melengkapi sisi teknologi pertanian dalam program tersebut. Sistem AIoT dan irigasi otomatis berfokus pada pemantauan serta pengelolaan budidaya, sementara website berfungsi sebagai media informasi dan promosi produk melon yang dihasilkan kelompok.
Evaluasi lapangan masih diperlukan
Teknologi pertanian cerdas PENS dalam program ini memiliki beberapa komponen yang saling melengkapi, yaitu pemantauan kondisi tanah, pemantauan kualitas air, pengaturan irigasi, dasbor berbasis website, dan media promosi digital. Rangkaian tersebut menunjukkan pendekatan yang menggabungkan perangkat elektronik, konektivitas internet, pengelolaan data, serta kebutuhan komunikasi produk pertanian.
Namun, hasil pengujian awal tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan peningkatan produktivitas atau penghematan air. Kelompok tani masih perlu menerapkan perangkat di lahan dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Pengamatan lanjutan diperlukan untuk mengetahui keandalan sistem dalam kondisi budidaya sebenarnya, kemudahan penggunaan, kebutuhan pemeliharaan, serta kesesuaian informasi sensor dengan keputusan pengelolaan tanaman.
Evaluasi juga penting untuk menilai apakah sistem irigasi dapat mendukung penggunaan air secara lebih efisien dan apakah website membantu promosi produk secara nyata. Dampak terhadap pendapatan kelompok tani baru dapat dinilai setelah tersedia data penerapan dan perbandingan yang memadai.
Melalui program bersama Kelompok Tani Banyu Urip, PENS memperkenalkan pemanfaatan AIoT dan IoT pada budidaya melon di Sampang. Tahap berikutnya adalah memastikan perangkat dapat digunakan secara berkelanjutan serta menilai manfaatnya berdasarkan data lapangan, bukan hanya hasil pengujian awal.
