Universitas Trisakti memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Mahasiswa Berdampak: Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa atau Aksara Mahasiswa Tahun Anggaran 2026. Pendanaan tersebut mendukung program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang akan dilaksanakan di kawasan bantaran Sungai Semogol, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Informasi penerima pendanaan mulai dapat diakses melalui sistem BIMA pada 8 Oktober 2026. Sementara itu, berita Universitas Trisakti mengenai penerimaan pendanaan tersebut dipublikasikan pada 10 Oktober 2026. Perbedaan tanggal ini penting untuk membedakan waktu pengumuman penerima pendanaan dan waktu publikasi informasi oleh perguruan tinggi.
Program Aksara Sirkular untuk Bantaran Sungai Semogol
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Trisakti mengusung skema Aksara Sirkular dengan judul program “Pemberdayaan Masyarakat Bantaran Sungai Semogol Melalui Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy dan Edukasi Lingkungan”. Program tersebut menempatkan isu pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan sebagai fokus utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pelaksanaan program berlokasi di Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Kawasan bantaran Sungai Semogol menjadi ruang pelaksanaan kegiatan karena program diarahkan untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah dipandang tidak hanya sebagai material yang harus dibuang, tetapi sebagai bagian dari sistem pengelolaan yang perlu ditangani secara berkelanjutan. Namun, informasi mengenai bentuk teknis kegiatan, target capaian, jumlah penerima manfaat, maupun hasil pelaksanaan program belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia.
Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen
Program Aksara Mahasiswa dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Kolaborasi tersebut menggunakan landasan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi agar kegiatan pengabdian tidak berhenti pada aktivitas sesaat, tetapi diarahkan untuk menghasilkan solusi yang berdampak dan berkelanjutan.
Dalam konteks program Universitas Trisakti, kolaborasi itu diwujudkan melalui pengajuan dan pelaksanaan program Aksara Sirkular di lingkungan masyarakat bantaran Sungai Semogol. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus pemberdayaan masyarakat, sedangkan dosen berperan dalam mendampingi perancangan dan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan program.
Meski demikian, pendanaan yang diterima tidak secara otomatis menunjukkan bahwa seluruh target program telah tercapai. Informasi yang telah terverifikasi baru mencakup penerimaan pendanaan, skema kegiatan, judul program, lokasi, serta tujuan umum pengelolaan sampah berkelanjutan dan edukasi lingkungan.
Ekonomi Sirkular sebagai Pendekatan Pengelolaan Sampah
Ekonomi sirkular menjadi pendekatan yang digunakan dalam program ini untuk melihat pengelolaan sampah secara lebih menyeluruh. Pendekatan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga agar penggunaan sumber daya berlangsung lebih berkelanjutan dan persoalan sampah dapat ditangani melalui sistem yang terencana.
Di tingkat masyarakat, pengelolaan sampah juga membutuhkan kesadaran lingkungan. Karena itu, program Universitas Trisakti tidak hanya mencantumkan sistem pengelolaan sampah, tetapi juga edukasi lingkungan sebagai salah satu unsur kegiatan. Edukasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Rincian mengenai metode edukasi, tahapan penerapan ekonomi sirkular, sarana yang digunakan, serta indikator keberhasilan belum dijelaskan dalam informasi pendanaan yang tersedia. Keterangan tersebut perlu menunggu pembaruan resmi dari pelaksana program atau Universitas Trisakti.
Bagian dari Program Mahasiswa Berdampak
Program Aksara Mahasiswa merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak: Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa. Program ini menjadi wadah kolaborasi mahasiswa, dosen, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi berbasis pengetahuan, teknologi, serta inovasi.
Melalui skema tersebut, perguruan tinggi didorong untuk menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Kegiatan pengabdian tidak hanya menjadi ruang penerapan pengetahuan mahasiswa, tetapi juga sarana untuk membangun kerja sama dengan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.
Perolehan pendanaan oleh Universitas Trisakti menunjukkan bahwa usulan program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan edukasi lingkungan mendapat dukungan dalam skema Aksara Mahasiswa Tahun Anggaran 2026. Dukungan ini menjadi dasar bagi tim dosen dan mahasiswa untuk menjalankan program di Kelurahan Tegal Alur.
Relevansi bagi Pengabdian Mahasiswa
Program tersebut relevan dengan penguatan pengabdian mahasiswa karena menggabungkan kegiatan pembelajaran, kolaborasi akademik, dan pemberdayaan masyarakat. Isu sampah di kawasan bantaran sungai juga berkaitan dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan peningkatan kesadaran warga.
Bagi Universitas Trisakti, pendanaan ini menjadi bagian dari kontribusi kampus dalam mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Bagi mahasiswa, program Aksara Sirkular menyediakan ruang untuk terlibat dalam upaya pengelolaan sampah sekaligus memahami persoalan lingkungan dalam konteks masyarakat.
Perkembangan pelaksanaan program, termasuk hasil kegiatan dan dampak yang dirasakan masyarakat, belum dapat disimpulkan pada tahap penerimaan pendanaan. Informasi lanjutan tetap diperlukan untuk menilai pelaksanaan program secara menyeluruh setelah kegiatan berlangsung.
Ringkasan Informasi
- Program: Program Mahasiswa Berdampak: Aksara Mahasiswa Tahun Anggaran 2026.
- Perguruan tinggi penerima: Universitas Trisakti.
- Skema: Aksara Sirkular.
- Judul program: Pemberdayaan Masyarakat Bantaran Sungai Semogol Melalui Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy dan Edukasi Lingkungan.
- Lokasi: Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
- Waktu informasi pendanaan dapat diakses: 8 Oktober 2026 melalui sistem BIMA.
- Waktu publikasi berita Universitas Trisakti: 10 Oktober 2026.
Dengan pendanaan tersebut, Universitas Trisakti menjadi salah satu perguruan tinggi yang menjalankan agenda pengabdian mahasiswa melalui pendekatan ekonomi sirkular. Program di Sungai Semogol selanjutnya akan menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengelolaan sampah serta edukasi lingkungan.
