Jakarta – Dua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk dalam 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati peringkat kedua nasional, sedangkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berada di posisi ketujuh.
THE merilis World University Rankings 2027 pada 30 September 2026. Dalam daftar tersebut, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berada pada rentang peringkat dunia 801–1.000. Sementara itu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menempati rentang peringkat dunia 1.201–1.400.
Capaian ini menempatkan kedua kampus tersebut sebagai PTKIN dengan posisi nasional yang menonjol dalam pemeringkatan perguruan tinggi global. Pemberitaan mengenai hasil pemeringkatan tersebut berkembang pada 1–2 Oktober 2026 setelah pengumuman resmi dilakukan.
UIN Sunan Kalijaga berada di posisi kedua nasional
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi PTKIN dengan peringkat nasional tertinggi dalam THE WUR 2027. Kampus ini berada di posisi kedua secara nasional dan masuk kelompok peringkat dunia 801–1.000.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa UIN Sunan Kalijaga mampu bersaing dalam pemeringkatan yang menggunakan sejumlah indikator akademik dan kelembagaan. Penilaian THE tidak hanya melihat reputasi perguruan tinggi, tetapi juga mencakup aspek pengajaran, penelitian, internasionalisasi, serta keterkaitan kampus dengan industri.
Masuknya UIN Sunan Kalijaga ke jajaran teratas perguruan tinggi Indonesia memperkuat posisi PTKIN dalam peta pendidikan tinggi nasional. Hasil ini juga menjadi gambaran mengenai perkembangan kapasitas kampus dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
UIN Maulana Malik Ibrahim menempati peringkat ketujuh
PTKIN lain yang masuk 10 besar nasional adalah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam THE WUR 2027, kampus tersebut berada di peringkat ketujuh nasional dengan rentang peringkat dunia 1.201–1.400.
Pencapaian UIN Maulana Malik Ibrahim melengkapi keberhasilan PTKIN dalam menembus daftar perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Posisi ini memperlihatkan bahwa kinerja kampus keagamaan Islam negeri dinilai dalam lingkup pemeringkatan global bersama perguruan tinggi dari berbagai negara dan wilayah.
Baik UIN Sunan Kalijaga maupun UIN Maulana Malik Ibrahim termasuk PTKIN yang memperoleh peringkat dunia dalam THE WUR 2027. Selain keduanya, PTKIN lain yang tercatat dalam pemeringkatan adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
THE WUR 2027 menilai 2.297 institusi
THE World University Rankings 2027 mencakup 2.297 institusi dari 118 negara dan wilayah. Cakupan tersebut menjadikan pemeringkatan ini sebagai salah satu tolok ukur global yang digunakan untuk melihat posisi perguruan tinggi berdasarkan berbagai dimensi kinerja.
Indikator yang digunakan dalam penilaian meliputi lima bidang utama, yaitu pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, pandangan internasional, dan keterkaitan dengan industri. Setiap bidang memberikan gambaran berbeda mengenai kapasitas dan kontribusi perguruan tinggi.
- Pengajaran, yang berkaitan dengan penyelenggaraan dan kualitas proses pendidikan.
- Lingkungan penelitian, yang menggambarkan dukungan serta ekosistem riset di perguruan tinggi.
- Kualitas penelitian, yang menilai mutu dan dampak kegiatan riset.
- Pandangan internasional, yang berkaitan dengan dimensi global perguruan tinggi.
- Keterkaitan dengan industri, yang menunjukkan hubungan antara kampus, inovasi, dan kebutuhan dunia kerja.
Dengan indikator tersebut, hasil THE WUR tidak hanya merefleksikan satu aspek akademik. Peringkat yang diperoleh merupakan hasil penilaian terhadap berbagai unsur yang berhubungan dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan kontribusi institusi secara lebih luas.
Kemenag dorong penguatan mutu PTKIN
Kementerian Agama menilai capaian UIN Sunan Kalijaga dan UIN Maulana Malik Ibrahim menunjukkan peningkatan daya saing PTKIN. Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari perkembangan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi di tingkat nasional dan internasional.
Meski demikian, pemeringkatan tidak dipandang sebagai tujuan akhir. Kementerian Agama mendorong PTKIN untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, publikasi, inovasi, internasionalisasi, dan kontribusi sosial kampus.
Penguatan tersebut penting agar pencapaian dalam pemeringkatan berjalan seiring dengan manfaat nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan pembangunan pengetahuan. Peringkat global dapat menjadi salah satu bahan evaluasi, tetapi kualitas layanan akademik dan dampak perguruan tinggi tetap menjadi bagian penting dari keberlanjutan kinerja kampus.
Momentum memperkuat tridarma perguruan tinggi
Masuknya dua PTKIN ke 10 besar nasional versi THE WUR 2027 memberikan momentum bagi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri untuk memperkuat pelaksanaan tridarma. Pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat perlu dikembangkan secara berkelanjutan dan saling terhubung.
Di bidang riset, penguatan publikasi bereputasi dan peningkatan kualitas penelitian menjadi salah satu agenda penting. Riset yang berkualitas diharapkan tidak hanya meningkatkan visibilitas akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi dan solusi yang relevan bagi masyarakat.
Internasionalisasi dan kerja sama dengan industri juga menjadi aspek yang perlu diperluas. Kolaborasi tersebut dapat mendukung pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penerapan hasil penelitian dalam berbagai bidang.
Hasil THE WUR 2027 menunjukkan bahwa PTKIN memiliki peluang untuk terus meningkatkan posisi di tingkat nasional dan global. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi contoh capaian tersebut, dengan catatan bahwa penguatan mutu harus tetap menjadi fokus utama setelah pemeringkatan diumumkan.
