Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meraih gelar juara umum dalam Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-17 dan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-21 tahun 2026. UNS menjadi juara umum KBGI ke-17, sedangkan UNY keluar sebagai juara umum KJI ke-21.
Puncak final dan pengumuman pemenang KBGI KJI 2026 berlangsung pada Kamis malam, 22 Oktober 2026, di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Ajang nasional ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menguji kemampuan dalam merancang dan membangun model bangunan gedung serta jembatan.
Kompetisi diikuti 34 tim dari 18 perguruan tinggi
Final KBGI dan KJI 2026 diikuti 34 tim finalis dari 18 perguruan tinggi. Jumlah tersebut terdiri atas 18 tim yang berlaga dalam KJI dan 16 tim peserta KBGI. Para finalis menghadapi penilaian yang tidak hanya berfokus pada bentuk akhir model, tetapi juga pada aspek teknis dan proses perancangannya.
Kompetisi menilai kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan struktur yang kreatif, inovatif, efisien dalam penggunaan material, kuat, dan andal. Aspek keselamatan serta kemampuan struktur dalam menghadapi kondisi pembebanan, termasuk gempa, juga menjadi bagian penting dalam tantangan yang dihadapi peserta.
Dengan karakter penilaian tersebut, KBGI dan KJI menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan rekayasa di lapangan. Mahasiswa dituntut menerjemahkan konsep perencanaan struktur ke dalam model yang dapat dibangun, diuji, dan dipertanggungjawabkan berdasarkan kinerja yang diharapkan.
Tim UNS menonjol di kategori bangunan gedung
Keberhasilan UNS pada KBGI ke-17 diperkuat oleh capaian Tim Carrera. Tim tersebut meraih juara pertama pada kategori Klasifikasi Model Bangunan Gedung Baja. Selain itu, Tim Carrera juga memperoleh penghargaan pada kategori khusus yang berkaitan dengan model bangunan baja dan beton pracetak.
Hasil tersebut menunjukkan capaian UNS dalam mengembangkan model bangunan gedung dengan memperhatikan karakter material, efisiensi, serta keandalan struktur. Dalam kompetisi seperti KBGI, kemampuan teknis perlu berjalan bersama ketepatan pelaksanaan agar rancangan dapat diwujudkan sesuai ketentuan dan sasaran penilaian.
Gelar juara umum KBGI menjadi pencapaian utama UNS pada rangkaian final yang diselenggarakan di Makassar. Predikat tersebut mencerminkan akumulasi performa dalam kompetisi bangunan gedung, bukan hanya hasil dari satu kategori perlombaan.
UNY unggul dalam kompetisi jembatan
Pada KJI ke-21, UNY ditetapkan sebagai juara umum. Tim Jayawardhana dari UNY meraih juara pertama pada kategori Jembatan Model Pelengkung. Capaian tersebut menjadi salah satu hasil penting yang mengantarkan UNY meraih predikat tertinggi dalam kompetisi jembatan tahun ini.
Selain Tim Jayawardhana, UNY juga mencatatkan hasil melalui Barakka Team yang meraih juara ketiga pada kategori Jembatan Model Rangka Baja. Dua capaian tersebut memperlihatkan kehadiran tim UNY pada lebih dari satu kategori dalam KJI 2026.
Kategori jembatan model pelengkung dan rangka baja menuntut peserta memperhatikan hubungan antara bentuk struktur, pemilihan material, proses pembangunan, serta kemampuan menahan beban. Setiap keputusan desain perlu dipertimbangkan agar model tetap efisien sekaligus memenuhi aspek kekuatan dan keselamatan.
Diselenggarakan Kemdiktisaintek bersama Unhas
KBGI dan KJI 2026 diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin sebagai tuan rumah. Pelaksanaan final di Fakultas Teknik Unhas menempatkan Makassar sebagai pusat kegiatan kompetisi teknik sipil mahasiswa tingkat nasional pada tahun ini.
Peran perguruan tinggi dalam penyelenggaraan kompetisi turut mendukung proses pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa tidak hanya mengembangkan rancangan, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, mengelola pelaksanaan pembangunan model, memilih strategi penggunaan material, dan menghadapi evaluasi terhadap kinerja struktur.
Kompetisi tersebut juga menguji kemampuan peserta untuk merespons kondisi pembebanan yang merepresentasikan tantangan pada struktur bangunan dan jembatan. Karena itu, hasil perlombaan menjadi gambaran dari kombinasi kemampuan perancangan, pelaksanaan, efisiensi, kreativitas, inovasi, dan keandalan.
Diharapkan berlanjut menjadi jejaring dan kolaborasi
Penyelenggara dan pihak Unhas menekankan bahwa KBGI dan KJI diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Pertemuan mahasiswa dan perguruan tinggi melalui kompetisi ini diharapkan berkembang menjadi jejaring serta kolaborasi riset di bidang konstruksi dan infrastruktur.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan memperluas penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa. Pengalaman merancang dan membangun model dapat menjadi bekal untuk mengembangkan solusi infrastruktur yang memperhatikan efisiensi material, kekuatan struktur, keselamatan, dan kebutuhan pembangunan nasional.
Dengan berakhirnya final pada 22 Oktober 2026, KBGI ke-17 dan KJI ke-21 mencatatkan UNS sebagai juara umum kompetisi bangunan gedung dan UNY sebagai juara umum kompetisi jembatan. Capaian kedua perguruan tinggi tersebut menjadi hasil utama dari rangkaian kompetisi yang mempertemukan 34 tim finalis dari 18 perguruan tinggi di Universitas Hasanuddin, Makassar.
