POLSUB Bekali 25 Mahasiswa dengan Keterampilan Produksi Konten Digital

Mahasiswa POLSUB bekerja berkelompok dalam praktik produksi konten digital di lingkungan kampus

Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer Politeknik Negeri Subang (POLSUB) menyelenggarakan Bootcamp Creator TIK 2026 POLSUB untuk membekali 25 mahasiswa terpilih dengan keterampilan produksi konten digital. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini mengajarkan proses pembuatan konten secara menyeluruh, mulai dari riset ide hingga strategi publikasi dan monetisasi.

Program tersebut dirancang untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri kreatif digital. Melalui rangkaian materi dan praktik, mahasiswa diarahkan agar mampu menghasilkan karya yang lebih terencana, memiliki karakter, serta sesuai dengan kebutuhan dan minat audiens.

Pelatihan mencakup proses produksi dari hulu ke hilir

Materi Bootcamp Creator TIK 2026 POLSUB tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis menggunakan kamera atau aplikasi penyuntingan. Peserta juga mempelajari tahap perencanaan yang menjadi dasar dalam membangun konten digital.

Pada tahap awal, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai riset topik dan analisis kompetitor. Keterampilan ini penting untuk membantu creator memahami isu yang sedang dibicarakan, mengenali karakter audiens, serta menemukan ruang kreatif yang dapat dikembangkan menjadi konten yang relevan.

Peserta juga mempelajari cara menentukan sudut pandang, menyusun judul, dan membuat hook yang dapat menarik perhatian sejak awal. Selain itu, materi personal branding diberikan agar mahasiswa mampu membangun identitas yang konsisten dalam karya-karya digital mereka.

  • Riset ide, topik, dan kompetitor.
  • Penentuan sudut pandang, judul, dan hook.
  • Pengembangan personal branding.
  • Penulisan naskah dan penyusunan storyboard.
  • Teknik kamera, pencahayaan, serta perekaman audio.
  • Penyuntingan video dan color grading.
  • Optimasi SEO dan pembuatan thumbnail.
  • Strategi monetisasi konten digital.

Susunan materi tersebut memberikan gambaran bahwa produksi konten memerlukan perpaduan antara kreativitas, perencanaan, kemampuan teknis, dan pemahaman terhadap strategi distribusi. Konten yang baik tidak berhenti pada proses perekaman, tetapi juga perlu dikemas dan ditemukan oleh audiens yang tepat.

Mahasiswa mempraktikkan produksi konten di lingkungan kampus

Selain mengikuti sesi pembelajaran, 25 peserta melakukan praktik produksi secara berkelompok di area kampus. Praktik ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan materi yang telah dipelajari dalam situasi produksi yang lebih nyata.

Dalam proses tersebut, peserta mengembangkan ide, menyiapkan naskah dan storyboard, mengatur kebutuhan pengambilan gambar, lalu merekam materi sesuai konsep kelompok. Mereka juga mempraktikkan pengaturan kamera, pencahayaan, dan audio agar hasil rekaman memiliki kualitas yang mendukung pesan konten.

Pelaksanaan praktik secara berkelompok turut melatih pembagian peran dan koordinasi. Setiap proses produksi membutuhkan komunikasi antara pihak yang menyiapkan konsep, tampil di depan kamera, menangani teknis perekaman, dan melakukan penyuntingan. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan kerja yang diperlukan di bidang kreatif digital.

Narasumber membagikan pengetahuan produksi dan pengembangan konten

Bootcamp menghadirkan Nurachman dan Zulfikar Aziz sebagai narasumber. Keduanya memberikan materi yang berkaitan dengan perencanaan konten, proses produksi, pengembangan identitas creator, hingga pengelolaan karya agar memiliki peluang menjangkau audiens secara lebih luas.

Melalui materi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada alur kerja yang lebih terstruktur. Ide tidak langsung diwujudkan dalam bentuk video, tetapi terlebih dahulu dikaji, diarahkan, dan disesuaikan dengan tujuan komunikasi. Setelah itu, konsep diterjemahkan ke dalam naskah dan storyboard sebelum masuk ke tahap produksi.

Pendekatan ini membantu peserta memahami bahwa kualitas konten ditentukan oleh rangkaian keputusan yang saling berkaitan. Pemilihan topik, cara membuka video, kualitas gambar dan suara, gaya penyuntingan, hingga strategi SEO memiliki peran dalam membentuk pengalaman audiens.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi karya

Setelah menyelesaikan praktik produksi, peserta mengikuti evaluasi hasil rekaman dan pemutaran karya. Sesi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat hasil kerja kelompok sekaligus menerima penilaian terhadap konsep, penyampaian pesan, dan aspek teknis produksi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan untuk karya terbaik dan penyerahan sertifikat kepada peserta. Evaluasi dan apresiasi ini menjadi bagian dari proses pembelajaran karena mahasiswa dapat mengenali kelebihan serta aspek yang masih perlu diperbaiki dalam karya mereka.

Dengan adanya pemutaran karya, hasil pelatihan tidak hanya tersimpan sebagai tugas kelompok. Karya tersebut menjadi bahan refleksi bagi peserta dan menunjukkan penerapan materi yang telah dipelajari selama tiga hari pelaksanaan bootcamp.

Mendukung kesiapan mahasiswa di industri kreatif digital

POLSUB menyebut Bootcamp Creator TIK 2026 diarahkan untuk menjembatani pembelajaran di kelas dengan kebutuhan industri kreatif digital. Industri tersebut menuntut kemampuan yang beragam, mulai dari menemukan gagasan, mengolah informasi, menyampaikan pesan secara visual, hingga memahami cara membangun hubungan dengan audiens.

Karena itu, pelatihan produksi konten menjadi salah satu bentuk penguatan keterampilan digital mahasiswa. Peserta tidak hanya belajar menghasilkan video, tetapi juga memahami alasan di balik pemilihan topik, format, gaya penyampaian, dan strategi publikasi.

Pengetahuan mengenai SEO, thumbnail, serta monetisasi juga memperluas pemahaman mahasiswa tentang ekosistem konten digital. Ketiga aspek tersebut berkaitan dengan bagaimana sebuah karya dapat ditemukan, menarik perhatian, dan dikembangkan menjadi bagian dari aktivitas kreatif maupun peluang usaha.

Salah satu peserta, Amaliah Sa’adah, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut membantu pengembangan konten dan bisnis afiliasi yang sedang dirintisnya. Pengalaman ini menunjukkan bahwa keterampilan yang diperoleh dalam bootcamp dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan rencana masing-masing mahasiswa.

Melalui penyelenggaraan Bootcamp Creator TIK 2026 POLSUB, Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer POLSUB memperkuat upaya pengembangan keterampilan praktis mahasiswa. Program ini memberikan pengalaman belajar yang menggabungkan perencanaan, produksi, evaluasi, dan pengembangan konten digital dalam satu rangkaian kegiatan.

Tanggal pasti pelaksanaan selama tiga hari tersebut tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia. Namun, kegiatan ini telah diberitakan melalui publikasi resmi POLSUB dan pemberitaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada akhir Oktober 2026.

← Kembali ke Berita Kampus