BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) berkolaborasi dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) dalam kuliah umum sekaligus penutupan program ASA KARYA atau Asah Skill, Hidup Berkarya melalui Vokasi Nonmigas. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Aula Mini Conference Gedung Kuliah Terpadu Polbeng.
Agenda ini menjadi penanda berakhirnya program ASA KARYA yang telah berjalan sejak 28 September 2026. Penutupan dikemas melalui rangkaian Graduation & Business Activation Day, dengan peserta yang terdiri atas ratusan mahasiswa Polbeng dan 30 peserta program ASA KARYA.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat generasi vokasi yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perubahan kebutuhan industri energi. Selain mempertemukan unsur perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah, kolaborasi ini juga menempatkan sertifikasi kompetensi serta peluang kerja dan kewirausahaan sebagai bagian penting dari pengembangan sumber daya manusia.
30 Peserta ASA KARYA Lulus Sertifikasi BNSP
Salah satu capaian utama program ASA KARYA adalah kelulusan 30 peserta dalam sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bidang pengelasan. Sertifikasi ini menjadi pengakuan atas kompetensi yang telah diperoleh peserta dalam bidang vokasi nonmigas.
Kompetensi pengelasan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan berbagai sektor industri. Namun, program ini tidak hanya menempatkan keterampilan teknis sebagai tujuan akhir. Penguatan kemampuan peserta juga diarahkan agar mereka lebih siap menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja serta dapat melihat peluang untuk mengembangkan usaha.
Dengan adanya sertifikasi, peserta memiliki dokumen kompetensi yang dapat mendukung proses pengembangan karier maupun aktivitas kewirausahaan. Meski demikian, capaian tersebut tidak dapat dimaknai sebagai jaminan penyerapan kerja. Data mengenai jumlah peserta yang telah bekerja atau membangun usaha setelah program ini belum tersedia.
Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah Daerah
ASA KARYA merupakan bagian dari program Community Involvement and Development (CID) Batch II Zona Rokan 2026–2027 milik PHR. Dalam pelaksanaannya, program ini mendapatkan pendampingan dari Polbeng, sementara Pemkab Rohil turut menjadi bagian dari kolaborasi pengembangan sumber daya manusia tersebut.
Model kerja sama ini memperlihatkan peran yang saling melengkapi. Perguruan tinggi vokasi menyediakan lingkungan pembelajaran dan pendampingan kompetensi. Industri memberikan konteks mengenai kebutuhan keterampilan di lapangan, sedangkan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dan generasi muda di wilayahnya.
Hubungan antara ketiga unsur tersebut penting karena pendidikan vokasi tidak berdiri sendiri. Keterampilan yang dipelajari peserta perlu dikaitkan dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, dan peluang ekonomi yang tersedia. Di sisi lain, industri juga membutuhkan calon tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi mampu beradaptasi dengan perubahan.
Kuliah Umum Bahas Rantai Nilai Industri Hulu Migas
Selain menjadi rangkaian penutupan, kegiatan pada 23 Oktober 2026 diisi dengan kuliah umum yang membahas rantai nilai industri hulu minyak dan gas bumi serta kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Materi tersebut memberikan konteks bagi mahasiswa dan peserta ASA KARYA mengenai hubungan antara proses industri, jenis pekerjaan, dan keterampilan yang dibutuhkan.
Pembahasan mengenai rantai nilai industri hulu migas juga relevan bagi peserta vokasi nonmigas. Pemahaman terhadap industri energi dapat membantu peserta mengenali standar kerja, pola kebutuhan kompetensi, serta kemungkinan keterkaitan keterampilan mereka dengan sektor lain. Dengan demikian, wawasan peserta tidak terbatas pada satu jenis pekerjaan, melainkan mencakup kemampuan membaca perubahan kebutuhan industri.
Tema kuliah umum menekankan pentingnya membangun generasi vokasi yang unggul, adaptif, dan siap kerja di tengah transformasi industri energi. Transformasi tersebut menuntut sumber daya manusia untuk terus memperbarui keterampilan, memahami perkembangan teknologi, dan memiliki kesiapan untuk belajar sepanjang hayat.
Graduation & Business Activation Day
Agenda Graduation & Business Activation Day menjadi bagian dari penutupan yang menegaskan dua sisi hasil program. Sisi pertama adalah pengakuan atas proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi peserta melalui sertifikasi BNSP. Sisi kedua adalah dorongan agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif, baik melalui peluang kerja maupun rintisan usaha.
Penekanan pada aktivasi bisnis memberikan ruang bagi peserta untuk memandang keterampilan vokasi secara lebih luas. Kompetensi pengelasan, misalnya, tidak hanya dapat digunakan sebagai bekal memasuki dunia kerja, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan layanan atau usaha apabila didukung perencanaan dan kemampuan yang memadai.
Peluang tersebut tetap membutuhkan kesiapan lanjutan, termasuk kemampuan memahami kebutuhan pelanggan, menjaga mutu pekerjaan, dan menyesuaikan layanan dengan kondisi pasar. Karena itu, pengembangan keterampilan teknis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan adaptasi dan pemahaman terhadap lingkungan industri.
Memperkuat Kesiapan SDM Vokasi
Kolaborasi Polbeng, PHR, dan Pemkab Rohil melalui ASA KARYA menunjukkan pentingnya kemitraan dalam menyiapkan sumber daya manusia vokasi. Program yang dimulai pada 28 September 2026 tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga menghubungkan proses pembelajaran dengan sertifikasi kompetensi dan wawasan industri.
Keterlibatan ratusan mahasiswa Polbeng dalam kegiatan penutupan turut memperluas manfaat pertukaran pengetahuan. Mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan kompetensi di industri energi, sedangkan peserta ASA KARYA mendapatkan ruang untuk menegaskan capaian pembelajaran yang telah mereka jalani.
Bagi pendidikan vokasi, keterhubungan dengan industri dan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan program pengembangan keterampilan tetap relevan. Bagi peserta, pengalaman belajar dan sertifikasi dapat menjadi modal untuk mengambil langkah berikutnya secara lebih terarah.
Penutupan ASA KARYA pada 23 Oktober 2026 dengan demikian menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas generasi muda. Melalui kerja sama lintas sektor, kompetensi vokasi diharapkan dapat terus dikembangkan agar mendukung kesiapan kerja, kemampuan beradaptasi, serta peluang kewirausahaan tanpa mengabaikan kebutuhan dan standar industri.
