Ribuan Mahasiswa UII Gelar Aksi Damai di Yogyakarta, Sampaikan Tujuh Tuntutan

Mahasiswa mengikuti aksi penyampaian aspirasi secara tertib di kawasan Yogyakarta

Sekitar 1.000 mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) dari sejumlah fakultas menggelar aksi penyampaian aspirasi di Yogyakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026. Massa bergerak dari kawasan Kotabaru menuju Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menyampaikan kajian kritis dan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.

Aksi mahasiswa UII 20 Oktober 2026 tersebut juga melibatkan sejumlah elemen mahasiswa lain. Keterangan mengenai keterlibatan berbagai kelompok mahasiswa itu disampaikan oleh DPRD DIY. Berdasarkan laporan pengamanan kepolisian, rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif hingga peserta membubarkan diri sekitar pukul 14.30 WIB.

Rangkaian aksi berlangsung di kawasan DPRD DIY

Peserta aksi berkumpul dan bergerak dari kawasan Kotabaru menuju Gedung DPRD DIY. Setibanya di kawasan gedung legislatif daerah tersebut, mahasiswa menyampaikan aspirasi yang berisi kajian kritis terhadap sejumlah persoalan nasional serta tuntutan kepada pemerintah.

Jumlah peserta diperkirakan sekitar 1.000 mahasiswa UII dari beberapa fakultas berdasarkan laporan kepolisian. DPRD DIY mencatat bahwa aksi tidak hanya diikuti mahasiswa UII, tetapi juga bersama sejumlah elemen mahasiswa lainnya. Informasi tersebut menempatkan kegiatan pada konteks gerakan penyampaian aspirasi mahasiswa di Yogyakarta yang melibatkan lebih dari satu kelompok.

Tidak terdapat laporan mengenai gangguan keamanan dalam informasi yang tersedia. Kepolisian menyatakan kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Setelah rangkaian penyampaian aspirasi selesai, peserta membubarkan diri sekitar pukul 14.30 WIB.

Tujuh tuntutan Keluarga Mahasiswa UII

Keluarga Mahasiswa UII menyampaikan tujuh tuntutan yang mencakup berbagai isu kebijakan publik. Tuntutan tersebut merupakan sikap dan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dalam aksi, bukan kesimpulan redaksi mengenai benar atau salahnya setiap isu.

  1. Evaluasi penanganan karhutla. Mahasiswa menyoroti perlunya evaluasi terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
  2. Transparansi dan evaluasi program pemerintah. Tuntutan ini berkaitan dengan keterbukaan serta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah.
  3. Tata kelola BBM bersubsidi. Mahasiswa menyampaikan perhatian terhadap pengelolaan bahan bakar minyak bersubsidi.
  4. Komunikasi publik. Aspek komunikasi pemerintah kepada masyarakat menjadi salah satu bagian dari tuntutan yang disampaikan.
  5. Perampingan kabinet. Mahasiswa juga memasukkan isu mengenai struktur dan perampingan kabinet dalam daftar tuntutannya.
  6. Isu militerisme sipil. Tuntutan tersebut turut menyoroti persoalan yang disebut mahasiswa sebagai militerisme sipil.
  7. Penegakan hak asasi manusia. Penegakan HAM menjadi tuntutan lain yang dibawa dalam aksi penyampaian aspirasi.

Posisi tuntutan dalam pemberitaan

Ketujuh poin tersebut perlu dipahami sebagai aspirasi Keluarga Mahasiswa UII yang disampaikan dalam forum aksi. Poin-poin itu memuat isu yang luas, mulai dari lingkungan, program pemerintah, energi, komunikasi publik, tata kelola kabinet, relasi sipil-militer, hingga hak asasi manusia.

Dalam pemberitaan, tuntutan mahasiswa dibedakan dari fakta yang telah dikonfirmasi mengenai pelaksanaan aksi. Fakta yang tercatat adalah waktu dan lokasi kegiatan, jumlah peserta berdasarkan laporan pengamanan kepolisian, pergerakan massa menuju Gedung DPRD DIY, keterlibatan elemen mahasiswa lain, serta kondisi kegiatan yang dilaporkan berlangsung tertib dan kondusif.

Sementara itu, isi tujuh tuntutan merupakan posisi yang disampaikan oleh Keluarga Mahasiswa UII. Artikel ini tidak menempatkan tuntutan tersebut sebagai kesimpulan redaksi maupun sebagai penilaian akhir atas kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian mahasiswa.

Aksi berakhir sekitar pukul 14.30 WIB

Rangkaian aksi pada Selasa, 20 Oktober 2026 berakhir setelah peserta membubarkan diri sekitar pukul 14.30 WIB. Kepolisian melaporkan situasi selama kegiatan tetap aman dan kondusif.

Dengan demikian, perkembangan utama dari kegiatan tersebut adalah penyampaian aspirasi oleh mahasiswa UII bersama elemen mahasiswa lain di Gedung DPRD DIY. Aspirasi itu mencakup tujuh isu utama yang ditujukan kepada pemerintah, sedangkan pelaksanaan aksinya dilaporkan berlangsung tanpa gangguan keamanan.

Aksi mahasiswa di Yogyakarta ini menjadi bagian dari penyampaian pandangan mahasiswa terhadap isu-isu nasional. Sikap dan tuntutan yang disampaikan berada dalam ranah aspirasi peserta aksi, sedangkan informasi mengenai jumlah peserta, lokasi, waktu kegiatan, dan kondisi keamanan merujuk pada keterangan yang telah tersedia dari kepolisian serta DPRD DIY.

← Kembali ke Berita Kampus