UNJA Loloskan Dua Tim ke Final Satria Data 2026

Mahasiswa universitas bekerja bersama mengolah data dan menyusun visualisasi statistik di ruang kampus

Universitas Jambi (UNJA) meloloskan dua tim mahasiswa ke babak final nasional Statistika Ria dan Festival Sains Data (Satria Data) 2026. Pengumuman finalis tersebut dirilis pada 12 Oktober 2026 oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dalam daftar finalis nasional, UNJA tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi asal Pulau Sumatera. Dua tim mahasiswa UNJA akan berlaga pada cabang Statistics Essay Competition (SEC) dan Statistics Infographic Competition (SIC).

Capaian ini menempatkan UNJA dalam kompetisi nasional yang mempertemukan peserta dari berbagai perguruan tinggi melalui karya esai statistik, infografis, kompetisi statistik, serta tantangan pengolahan big data. Final Satria Data 2026 dijadwalkan berlangsung di Universitas Diponegoro, Semarang, pada 27 Oktober 2026. Penganugerahan dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.

Dua cabang kompetisi diwakili tim UNJA

Tim UNJA pada cabang SEC mengembangkan DengueSight, sebuah gagasan sistem prediksi risiko dengue. Konsep tersebut memanfaatkan machine learning dan data surveilans multisumber untuk membantu deteksi dini terhadap risiko penyakit dengue.

Pengembangan DengueSight menunjukkan pemanfaatan data tidak berhenti pada penyajian angka atau informasi deskriptif. Data dapat diolah menjadi dasar untuk membaca pola risiko dan mendukung upaya deteksi dini. Dalam konteks kompetisi, gagasan ini menghubungkan kemampuan analisis data dengan isu kesehatan yang memiliki relevansi bagi masyarakat.

Sementara itu, tim UNJA pada cabang SIC berfokus pada pengolahan informasi statistik menjadi infografis yang akurat dan mudah dipahami. Cabang ini menuntut peserta menyampaikan data melalui bentuk visual tanpa mengabaikan ketepatan informasi.

Keikutsertaan pada dua cabang berbeda memperlihatkan variasi kompetensi yang dibawa mahasiswa UNJA ke tingkat nasional. Tim SEC menonjolkan gagasan berbasis machine learning dan data surveilans multisumber, sedangkan tim SIC mengutamakan kemampuan mengomunikasikan informasi statistik secara visual.

Final diikuti peserta dari 19 perguruan tinggi

Final Satria Data 2026 secara keseluruhan diikuti 48 peserta atau tim finalis dari 19 perguruan tinggi. Para finalis berkompetisi dalam empat cabang, yakni Statistics Essay Competition, Statistics Infographic Competition, National Statistics Competition, dan Big Data Challenge.

Komposisi tersebut memperlihatkan cakupan Satria Data 2026 yang tidak hanya berfokus pada satu bentuk kemampuan. Kompetisi mencakup penulisan gagasan berbasis statistik, penyajian data melalui infografis, penguasaan kompetisi statistik, serta tantangan yang berkaitan dengan big data.

Bagi UNJA, keberhasilan meloloskan dua tim sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji karya dan kemampuan mereka dalam forum nasional. Status sebagai satu-satunya perguruan tinggi asal Sumatera yang masuk daftar finalis juga menjadi bagian penting dari catatan keikutsertaan UNJA pada Satria Data 2026.

Jadwal final dan penganugerahan

Babak final Satria Data 2026 dijadwalkan digelar pada 27 Oktober 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang. Setelah rangkaian final, malam penganugerahan dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026.

Dengan demikian, pengumuman finalis pada 12 Oktober 2026 menjadi tahapan menuju pelaksanaan final nasional. Dua tim UNJA selanjutnya akan membawa karya masing-masing sesuai cabang kompetisi yang diikuti, yaitu DengueSight pada SEC dan karya pengolahan informasi statistik pada SIC.

Jadwal tersebut juga memberikan penanda penting bagi perjalanan kompetisi tahun ini. Finalis dari 19 perguruan tinggi akan mengikuti tahap penentuan di Semarang sebelum hasil kompetisi diumumkan dalam rangkaian penganugerahan.

Penguatan literasi data mahasiswa

Prestasi UNJA di Satria Data 2026 relevan dengan penguatan literasi data mahasiswa. Literasi data tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca tabel atau memahami statistik, tetapi juga mencakup proses mengolah data, menilai informasi, menyusun gagasan, dan menyampaikannya kepada khalayak secara tepat.

Gagasan DengueSight merepresentasikan penggunaan pendekatan komputasional dan data multisumber untuk isu kesehatan. Di sisi lain, keikutsertaan pada SIC menunjukkan pentingnya kemampuan menerjemahkan informasi statistik menjadi visualisasi yang dapat dipahami. Kedua pendekatan tersebut berada dalam satu rangkaian kompetensi: menghasilkan analisis yang bermakna sekaligus menyampaikan hasilnya secara jelas.

Kolaborasi lintas disiplin juga menjadi bagian dari konteks capaian ini. Data dan sains data dapat digunakan untuk menjawab persoalan yang beragam, sementara penyajiannya memerlukan perpaduan antara ketelitian analitis dan kemampuan komunikasi. Melalui dua tim yang lolos, mahasiswa UNJA memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan tersebut di tingkat nasional.

Seluruh hasil akhir kompetisi masih menunggu pelaksanaan babak final dan penganugerahan sesuai jadwal. Untuk saat ini, capaian yang telah terkonfirmasi adalah lolosnya dua tim mahasiswa UNJA ke final Satria Data 2026, sekaligus posisi UNJA sebagai satu-satunya perguruan tinggi asal Pulau Sumatera dalam daftar finalis.

← Kembali ke Berita Kampus