KRTI 2026 Masuki Tahap Perlombaan di Kawasan IKN

Tim mahasiswa menyiapkan pesawat nirawak untuk kompetisi teknologi di area terbuka IKN

STAI Al Muhsiny Bangkalan — Final Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 memasuki tahap perlombaan pada Rabu, 23 September 2026. Ajang nasional yang berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) ini mempertemukan 94 tim mahasiswa dari 43 perguruan tinggi.

Kompetisi tersebut melibatkan 373 mahasiswa yang mengembangkan dan menguji teknologi pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Final KRTI 2026 berlangsung pada 21–25 September 2026. Setelah tahap perlombaan, rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup melalui acara penutupan dan pengumuman pemenang pada Jumat, 25 September 2026.

Berita ini diterbitkan pada 23 September 2026, bertepatan dengan dimulainya tahap perlombaan. Dengan demikian, hasil akhir kompetisi belum menjadi bagian dari informasi pada saat berita ini disusun.

Perlombaan dimulai setelah rangkaian persiapan

Tahap perlombaan KRTI 2026 digelar setelah peserta dan penyelenggara menyelesaikan sejumlah persiapan teknis. Rangkaian tersebut mencakup pembukaan, technical meeting, pemeriksaan kesiapan arena, inspeksi wahana, serta flight test.

Technical meeting, inspeksi wahana, dan flight test berlangsung sebelum pertandingan dimulai. Tahapan ini penting dalam kompetisi teknologi karena tim perlu memastikan kesiapan wahana, memahami ketentuan perlombaan, serta menyesuaikan strategi dengan kondisi arena yang telah diperiksa.

Menurut informasi penyelenggaraan, persiapan teknis pada 22 September 2026 menjadi bagian dari proses menuju pertandingan pada 23 September 2026. Setelah itu, tim peserta mulai menguji rancangan dan kemampuan pesawat nirawak mereka dalam divisi yang dipertandingkan.

Lima divisi teknologi pesawat nirawak

KRTI 2026 mempertandingkan lima divisi. Setiap divisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pendekatan teknologi pesawat nirawak sesuai karakter tantangan yang diberikan dalam kompetisi. Informasi akademik terkait juga dapat dilihat pada halaman Forum Akademik Nasional Soroti Transformasi Tata Kelola Perguruan Tinggi.

  • Fixed Wing, divisi yang menggunakan rancangan pesawat dengan sayap tetap.
  • Long Endurance Low Altitude, divisi yang menekankan kemampuan wahana untuk beroperasi dengan durasi panjang pada ketinggian rendah.
  • Racing Plane, divisi yang berkaitan dengan performa pesawat dalam perlombaan.
  • Technology Development, divisi yang menyoroti pengembangan teknologi pada wahana.
  • Vertical Take-Off and Landing, divisi yang menggunakan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal.

Pembagian tersebut menunjukkan luasnya bidang yang dapat dipelajari melalui kompetisi pesawat nirawak. Mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan aspek perancangan wahana, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan pengujian, pengoperasian, pemecahan masalah, dan koordinasi tim.

Ruang pengembangan talenta mahasiswa

Dengan diikuti 94 tim dari 43 perguruan tinggi, KRTI 2026 menjadi ruang pertemuan bagi berbagai gagasan mahasiswa di bidang teknologi penerbangan nirawak. Keterlibatan 373 mahasiswa memperlihatkan bahwa kompetisi semacam ini membutuhkan kerja kolaboratif, baik dalam proses pengembangan maupun ketika wahana diuji di arena.

Pesawat nirawak dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pemetaan dan pemantauan wilayah. Karena itu, proses yang berlangsung dalam KRTI tidak berhenti pada perlombaan. Pengembangan wahana juga berkaitan dengan kemampuan mahasiswa menerjemahkan kebutuhan tertentu menjadi rancangan teknologi yang dapat diuji.

Dalam konteks pendidikan tinggi, pengalaman mengikuti kompetisi teknologi dapat mempertemukan pengetahuan akademik dengan proses kerja yang bersifat praktis. Mahasiswa belajar menghadapi tahapan persiapan, memeriksa kesiapan perangkat, membaca kondisi lapangan, dan mengevaluasi hasil pengujian. Semua proses tersebut mendukung keterampilan teknis sekaligus kemampuan bekerja dalam tim.

Nilai pembelajaran itu relevan dengan peran perguruan tinggi dalam membangun keilmuan dan kontribusi kepada masyarakat. Bagi pembaca kampus, KRTI 2026 dapat menjadi gambaran bahwa inovasi mahasiswa berkembang melalui latihan, pengujian, kolaborasi, dan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja di tingkat nasional.

Agenda final berlangsung hingga 25 September

Final KRTI 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 September 2026, dengan lokasi kegiatan di kawasan IKN dan Institut Teknologi Kalimantan. Tahap perlombaan dimulai pada 23 September setelah rangkaian persiapan teknis yang dilakukan sehari sebelumnya.

Penutupan dan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 25 September 2026. Karena berita ini dipublikasikan pada hari pertama perlombaan, informasi mengenai tim yang meraih hasil terbaik belum tersedia dalam laporan ini. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada penyelesaian seluruh rangkaian pertandingan dan proses penilaian.

Peliputan mengenai KRTI 2026 melengkapi informasi pendidikan tinggi yang menjadi perhatian pembaca STAI Al Muhsiny Bangkalan. Sebelumnya, kanal Berita Kampus juga memuat isu Monev Hilirisasi Riset Digelar, Dampak Penelitian Diperkuat serta Forum Akademik Nasional Soroti Transformasi Tata Kelola Perguruan Tinggi. Ketiganya memperlihatkan beragam sisi perguruan tinggi, mulai dari pengembangan riset dan inovasi hingga tata kelola akademik.

Bagi mahasiswa dan sivitas akademika, KRTI 2026 menegaskan pentingnya ruang untuk mengembangkan gagasan secara terukur. Kompetisi teknologi dapat menjadi sarana untuk menguji kemampuan, menerima tantangan teknis, dan menghubungkan hasil pembelajaran dengan kebutuhan pemanfaatan teknologi di lapangan.

← Kembali ke Berita Kampus